<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173</id><updated>2011-04-22T04:58:17.323+02:00</updated><title type='text'>Wonder Live</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-114344418988189650</id><published>2006-03-27T09:13:00.000+02:00</published><updated>2006-03-30T12:14:30.270+02:00</updated><title type='text'>Kebutuhan Manusia Akan Rasul</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا" النساء:69"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim berkata : kebutuhan manusia yang utama adalah mengenal para rasul dan ajaran yang dibawanya, percaya akan berita-berita yang di sampaikan dan taat pada yang di perintahkan. Sebab tak ada jalan untuk menuju kebahagian dunia dan akhirat kecuali dengan tuntunan para rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berpendapat : risalah merupakan kebutuhan pokok bagi manusia, kebutuhan yang terpenting dari pada penting. Risalah hakikatnya adalah merupakan ruh alam, menjadi cahaya dan kehidupan. Apa kiranya manfaat alam bila tidak mempunyai ruh, kehidupan dan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Pada Rasul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Fitrah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Fitrah manusia adalah&lt;br /&gt;- Keinginan manusia untuk mengabdi kepada khaliq&lt;br /&gt;- Mengakui bahwa Allah sang Pencipta&lt;br /&gt;- Keinginan manusia untuk hidup teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;strong&gt;Wujud al Khaliq&lt;/strong&gt; (Keinginan manusia untuk mengabdi kepada khaliq)&lt;br /&gt;Pernjanjian manusia kepada khaliq (pencipta) ketika dalam rahim ibunya adalah “Alastu birabbikum, Qollu bala syahidna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya ketika orang Quraisy ditanya tentang siapa pencipta langit, bulan, bintang dan sebagainya maka di jawab mereka Allah yang telah menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kafir jahiliah ketika ditanyakan siapakah yang mempunyai bumi dan semua makhluk yang ada diatasnya? Siapakah yang mempunyai tujuh langit? Maka mereka menjawab Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa Allah sebagai Rabb diakui dan di yakini oleh setiap manusia, tetapi tidak semua mengakui Allah itu sebagai Ilah (Tuhan).&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ" &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;الاعراف : 172&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Harshell, seorang ahli falak bangsa inggris berkata “ Setiap bidang ilmu pengetahuan itu semakin luas, maka semakin bertambahlah bukti-bukti yang memastikan dan lebih mengkokoh perihal adanya dzat yang Maha Menciptakan. Juga Maha Dahulu dan tidak ada batas KekuasaanNya dan pula tidak akan habisnya yaitu kekal abadi untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Wets, seorang ahli kimia perancis mengatakan “Jikalau suatu ketika aku merasa bahwa keimananku kepada Allah agak kurang mantap dan agak tergoncang, maka segeralah aku menunjukkan arah perhatianku kepada ilmu pengetahuan agar keimanan itu kembali kokoh dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;strong&gt;Ibaadah al Khaliq&lt;/strong&gt; (Mengabdi Kepada Pencipta)&lt;br /&gt;Manusia secara umum mendapat perintah dari Allah untuk mengabdi kepadaNya. Pengabdian kita kepada Allah sebagai hasil dan akibat dari pengakuan kita kepada Allah sebagai pencipta. Mengakui pencipta berarti mengakui apa yang disampaikanNya, menerima perintahnya dan menjalankan undang-undangNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah manusia selain mengakui adanya Tuhan pencipta juga ada kecenderungan individu untuk mengabdi kepada sesuatu. Sesuatu disini bisa jadi kepada makhluk misalnya kepada manusia atau benda-benda. Oleh karena itu bentuk pengabdian yang benar adalah menyembah kepada Khaliq bukan kepada makhluk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تتقون&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”. Al Baqoroh : 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)." Yunus : 72&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda “ Hendaklah kamu menyembah Allah seolah-olah engkau melihatNya, sekiranya engkau tidak melihatNya, sesungguhnya ia melihatMu” HR. Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;strong&gt;Al Haayah al Munazhamah&lt;/strong&gt; (Hidup yang Teratur)&lt;br /&gt;Petunjuk dari Allah adalah untuk memandu manusia untuk kearah yang baik. Semua perintah dan bimbingan dari Allah adalah baik bagi manusia yang diciptaNya, karena sesuai dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti panduan Allah maka hidup akan teratur, maka tatkala kita tidak berpihak kepada panduan Allah mengikuti hawa nafsu makan akan tersesat dan hidup tidak teratur. Contoh nyata mengikuti perintah Allah adalah bagaimana mengikuti gaya hidup nabi dalam kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ القصص : 50"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-114344418988189650?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/114344418988189650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=114344418988189650' title='17 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/114344418988189650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/114344418988189650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2006/03/kebutuhan-manusia-akan-rasul.html' title='Kebutuhan Manusia Akan Rasul'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-113921873880333161</id><published>2006-02-06T10:09:00.000+01:00</published><updated>2006-02-06T10:41:36.663+01:00</updated><title type='text'>Realisasi Ketaatan Dengan Istiqomah</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;عن أبي عمرو سفيان بن عبدالله الثقفي ، رضي الله عنه قال : قلت : " يا رسول الله ، قل لي في الإسلام قولا ، لا أسأل عنه أحدا غيرك " قال : ( قل آمنت بالله ، ثم استقم ) رواه مسلم في صحيحه&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Amr, dan kata yang lain, Abi Amrah sofyan bin Abdillah ra telah berkata: Aku telah berkata, Hai Rasulullah katakanlah kepadaku tentang Islam, sebuah perkataan yang tak dapat&lt;br /&gt;kutanyakan kepada seorangpun kecuali kepadamu. Rasulullah bersabda: "Berkatalah engkau; Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqomah (belaku jujurlah engkau)".&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari insan muslim adalah bagaimana memperjelas arah tujuan hidupnya menuju Allah. ٍٍSebagaimana kita mencoba untuk meminta kepada sang pencipta agar di tunjukan ke jalan yang lurus selalu dilantunkah dalam setiap sholat. Tidak lain adalah untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Hadist yang sedikit sekali lafazdnya namun begitu dahsyat makna yang terkandung didalamnya. Mengarahkan kepada metode untuk menjadi insan mu'min yang sempurna. Menjelaskan kepada sebuah minhaj (metode) mengajak kepada sebuah fokus dari kaidah yang&lt;br /&gt;terpenting yaitu beriman kepada Allah &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;قل آمنت بالله&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Inilah sebuah unsur yang dapat merubah sisi kehidupan manusia baik secara akhlak, visi, misi, hati. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Untuk menggapai istiqomah adalah dengan hati yang suci menerima dengan ridha hukum dan syariat Allah turunkan. Jika hati sudah tentram dan tenang menyambut seruan Allah maka akan diberikan nur hidayah padanya. Hidup lebih aman tenang, nyaman dan bahagia. sebagaimana firman Allah :&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;أ&lt;strong&gt;و من كان ميتا فأحييناه وجعلنا له نورا يمشي به في الناس كمن مثله في الظلمات ليس بخارج منها } الأنعام : 122)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Apa bila insan manusia merasakan manisnya iman, manancap akar iman di hatinya. Mampu untuk memilih dan menilai kebenaran yang hakiki menurut ketentuan dan keridhaanNya. Pancaran iman tersebut melahirkan amal shaleh dalam kehidupan, namun bila iman tidak di sertai dengan amal perbuatan bagaikan buah tanpa pohon. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Maka dalam hadist disebutkan&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; ثم استقم&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; sungguh derajat keimanan dibarengi dengan istiqomah.&lt;br /&gt;Istiqomah adalah buah dari nilai keimanan yang sesungguhnya. Hakikat darinya adalah menjaga hamba Allah dalam koridor fitrah yang Allah berikan kepadanya. Menuai nur ilahi dan menjaganya dari maksiat dan syahwat, berpegang teguh kepada tali Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Ibnu Rajab mengatakan " Istiqomah pada jalan yang lurus yaitu agama yang kuat tanpa menyimpang ke kiri dan ke kanan, mencakup didalamnya adalah sebuah perbuatan taat&lt;br /&gt;menyeluruh baik secara zahir dan batin. Meninggalkan seluruh larangannya". Sebagaimana tertera dalam quran :&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;فأقم وجهك للدين حنيفا فطرة الله التي فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Ar Rum : 30&lt;br /&gt;Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.&lt;br /&gt;(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Allah memerintahkan kita untuk selalu istiqomah sebagaimana tertera dalam al quran diantaranya &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;فاستقم كما أمرت ومن تاب معك&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (hud:112). Menerangkan bagaimana hidayat Allah itu bagi hambanya yang mukmin selalu berusaha untuk menuju jalan istiqomah. sebagaimana firmanya : &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;وإن الله لهاد الذين آمنوا إلى صراط مستقيم&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (al Haj:54). Menjadikan quran sebagai sumber hidayat bagi setiap manusia dalam firmanya : &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;كتاب أنزلناه إليك لتخرج الناس من الظلمات إلى النور بإذن ربهم إلى صراط العزيز الحميد&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (Ibrahim : 1)&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun istiqomah menuntut dari hambanya untuk benar-benar bertaat padaNya, bukan berarti jalanya mulus dalam menggapai dan memelihara ketaatan tersebut. Banyak sekali rintangan dan cobaan dalam mengarungi samudra ketaatan. sebagaimana Allah mengumpulkan perkara istiqomah dan istighfar dalam firmannya :&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;فاستقيموا إليه واستغفروه&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (Fushilat : 6). &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Menunjukkan kepada kesungguhan untuk beristiqomah, dan ketika ia lalai atau ada rintangan di tengah perjalanan menuju samudra taat maka jalan satu-satunya adalah melakukan tindakan betaubat. Beristighfar kepada Allah meminta ampun atas kelalaian yang di perbuat. Maka Rasulullah menegaskan : &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;(استقيموا ولن تحصوا (رواه أحمد&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Maksud yang sesungguhnya adalah bagaimana memaksimalkan usaha untuk selalu tetap dalam jalan Allah, berbuat sesuat dengan minhaj (metode) yang Allah ridhai. Semampunya bagi insan&lt;br /&gt;muslimin dimanapun berada. Berbuat dan bertindaklah sesuai kehendak Allah. Allah akan memberikan kemudahan rezki dan keberkahan dalam hidup. Sebagaimana firmannya :&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;وأن لو استقاموا على الطريقة لأسقيناهم ماء غدقا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Surat jin : 16&lt;br /&gt;Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).&lt;br /&gt;Kesinambungan pertolongan Allah kepada hamba-hambanya yang istiqomah dijalannya hingga menemui Rabbnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Mereka yang istiqomah akan selalu tetap (tsabit) kepada kalimat tauhid hingga mereka meninggalkan dunia. Sebagaimana firmanya :&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ا&lt;strong&gt;ن الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا وأبشروا بالجنة التي كنتم توعدون ، نحن أولياؤكم في الحياة الدنيا وفي الآخرة ولكم فيها ما تشتهي أنفسكم ولكم فيها ما تدعون ، نزلا من غفور رحيم&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Fushilat : 30-32&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka&lt;br /&gt;dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita ingin merealisasikan keistiqomahan dalam ranah tindakan maka yang terpenting adalah bagaimana mengistiqomahkan hati dahulu. Karena Hati adalah raja dari seluruh badan, dikala hati itu baik takut kepada Allah, cinta kepadaNya. Maka anggota badan akan taat kepada Allah. Kemudian setelah hati itu istiqomah di ikuti dengan istiqomah lanjutnya tidak kalah&lt;br /&gt;penting yaitu istiqomah lisan. Karena lisan adalah pembuktian dari apa yang ada dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita meminta kepada Allah agar memberikan kita hidayah kepada jalan yang lurus, jalan para nabi, saddiqin, syuhada dan shalihin. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-113921873880333161?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/113921873880333161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=113921873880333161' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113921873880333161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113921873880333161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2006/02/realisasi-ketaatan-dengan-istiqomah.html' title='Realisasi Ketaatan Dengan Istiqomah'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-113861567099768631</id><published>2006-01-30T11:07:00.000+01:00</published><updated>2006-01-30T11:07:51.520+01:00</updated><title type='text'>Indahnya Syahid</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:130%;"&gt;Dari Abu Tsabit, ada yang mengatakan Abu Sa'id, apa pula yang mengatakan Abu Walid Sahl bin Hunaif, dia adalah ahli Badar ra bahwasannya nabi saw bersabda&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang benar-benar mohon untuk mati syahid kepada Allah ta'ala niscaya Allah akan mengabulkan ke tingkatan orang mati syahid walaupun ia mati diatas tempat tidurnya". HR Muslim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mati syahid adalah merupakan kemulian yang tertinggi yang dapat di raih oleh seorang muslim. Cita-cita yang amat dinanti-nantikan bagi mereka yang merindukan untuk menemui Allah dengan mempersembahkan kemuliaan yang harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan syahid adalah martabat yang tinggi setelah orang-orang yang jujur. Mereka yang syahid digolongkan bersama para nabi, orang-orang yang jujur dan sholihin. sebagaimana firman Allah An Nisaa : 69 &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;قال الله تعالي " من يطع الله والرسول فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين و الصدقين والشهــــداء والصالحين&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;"Dan barang siapa mentaati Allah dan rasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat Allah, yaitu : Nabi-nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mendapat gelar mati syahid itu bermacam-macam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Para ulama tafsir menafsirkan kalimat &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"والشهـــداء"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dikatagorikan kepada mereka &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;para ulama yang mengajarkan syariat Islamiah dan meninggikan hukum Allah&lt;/span&gt;, menerangkan halal dan haram, hukum wajib, sunnah, haram, makruh. tiada yang mengetahui akan hal tersebut kecuali orang-orang yang ahli ilmu. Maka para ulama atau ahli ilmu agama Islam dimasukkan kepada syuhada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mereka yang menerima musibah atau cobaan dengan terbunuh, terbakar, tenggelam&lt;/span&gt; dan semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mereka yang terbunuh dalam menegakkan kalimattullah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mereka yang terbunuh dalam membela harta dan jiwanya&lt;/span&gt;. sebagaimana sabda nabi ketika ditanyakan seseorang " Ya Rasul apabila datang kepada saya seseorang meminta harta, rasul berkata: jangan diberikan, dia berkata" bagaimana jika menyerang saya? rasul berkata: balaslah menyerang. dia berkata: bagaimana kalau saya membunuh orang itu? nabi berkata: maka dia masuk neraka-karena dia telah melakukan kezholiman-. dia berkata: bagaimana kalau saya terbunuh? rasul berkata: apabila kamu terbunuh maka kamu mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul juga bersabda &lt;strong&gt;" من قتل د ون مالــه و أهله فهو شهــــيد"&lt;/strong&gt; barang siapa yang terbunuh membela harta dan keluarganya maka ia syahid".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mereka yang terbunuh akibat terzholimi&lt;/span&gt;. yakni apabila manusia menzholimi dan menyakiti sehingga meninggal atas kezholiman seseorang, disebut juga mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertinggi dari predikat syahid atau syuhada, adalah mereka yang berperang dalam meneggakkan kalimat Allah. sebagaimana Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka. dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yagn belum menyusul mereka. bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman" Al Imran : 169-171&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berperang dalam rangka meneggakan kalimat Allah akan selalu diberikan janji Allah mendapatkan gelar syahid. Demikianlah profit yang berikan bagi mereka-mereka yang selalu berjuang di jalan Allah. Tidak akan tertukar gelar itu untuk mereka yang benar-benar yakin dan berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bila seorang hamba meminta kepada Rabnya dan berkata : " Demi Allah aku meminta syahid di jalan Mu ya Rabb". Sementara dia tidak mengikuti perjuangan dijalan Allah agar kalimatNya tertegak. Bila Allah mengetahui kebenaran niat dan perkataannya, maka akan diberikan gelar syuhada. Walaupun meniggal diatas kasurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan jika mereka yang berperang membela negaranya, apakah disebut dijalan Allah atau tidak?&lt;br /&gt;Adapun mereka yang berperang membela negaranya dikarenakan negara tersebut berbentuk Negara Islam maka di golongkan kepada berjuang dijalan Allah. Karena alasanya adalah agar kalimat Allah itu eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang jika berperang hanya untuk melindungi negara saja, bukanlah disebut berjuang dijalan Allah. Karena tidaklah sesuai dengan kehendak nabi, yaitu berjuang agar kalimat Allah tertegak. Itulah standar tolak ukur bagi yang berjuang di jalan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-113861567099768631?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/113861567099768631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=113861567099768631' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113861567099768631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113861567099768631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2006/01/indahnya-syahid.html' title='Indahnya Syahid'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-113687454884039775</id><published>2006-01-10T07:24:00.000+01:00</published><updated>2006-01-10T07:29:09.103+01:00</updated><title type='text'>Allah Cemburu Kepada Hambanya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari Abu Hurairah ra nabi saw beliau bersabda : "Sesungguhnya Allah ta'ala itu cemburu, dan cemburunya Allah ta'ala yaitu apabila seseorang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang di haramkan oleh Allah". HR Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang seharusnya kita sebagai hamba Allah mengetahui mana yang disukai olehNya dan apa yang tidak disukainya. Mana saja amalan yang dengannya mampu meninggikan ketaqwaannya dan apa saja perbuatan yang dapat menghinakan diri kita di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah mampukah kita untuk konsisten di jalan Allah? yakinkah kita bahwa segala perbuatan yang kita lakukan itu mampu menyelematkan kita dari kehinaan dan kemurkaan Allah? Sampai dimana kesadaran untuk melakukan segala amal ibadah tanpa didasari rasa keterpaksaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Rasul dan para sahabat ada kebiasaan-kebiasaan yang sarat dengan antusias dilakukan oleh mereka. Kebiasaan baik mereka lakukan sudah terbiasa tanpa ada paksaan, dilakukan dengan senang hati. Sungguh mereka berlomba-lomba dalam kebaikan dalam rangka menggapai cinta Allah. Maka tidak heran kalau mereka selalu saja mempersembahkan yang terbaik buat Allah dan sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan yang baik selalu dipelihara dan terlestarikan, seperti :&lt;br /&gt;a. Sholat berjamaah, para sahabat tidak ada yang bertentangan mengenai kebiasaan ini, kecuali orang munafiq atau sakit karena udzur. Akan tetapi manusia banyak yang melupakan dan enggan untuk sholat berjamaah. Bahkan tidak sedikit manusia yang hidup dizaman modern ini tidak melaksanakan sholat, meninggalkan sholat sudah hal biasa. Terlebih-lebih sholat berjamaah, lebih suka sholat sendiri dibandingkan berjamaah. Ada juga manusia yang sholatnya selalu mepet waktunya, pelit sekali untuk beribadah kepada Allah. Sholat zuhur dekat ke ashat, subuh dekat ke duha. Sementara kebiasaan menunda sholat hingga waktu sedikit lagi habis, tidak sholat berjamaah, meninggalkan sholat di zaman rasul dan para sahabat merupakan kerugian yang terbesar, hingga pada derajat termasuk hal-hal yang merusak agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Berbuat curang, pada zaman nabi disabdakan &lt;strong&gt;"من غش فليس مني"&lt;/strong&gt; Barang siapa yang berbuat curang bukan dari kami (umat Nabi Muhammad)".&lt;br /&gt;Pada masa kini, orang mempunyai ketrampilan khusus dalam berdagang. Mereka yang ahli dan profesional, tidak mau berterus terang kepada mereka yang tidak mempunyai ilmunya. Bahkan mereka merasa pintar dengan kecurangannya, mengelabui orang yang tidak tahu kemudian dijual barangnya sehingga cacat barang tersebut tidak di ketahui. itulah salah satu ketrampilan khusus yang dimiliki para pedagang profesional yang mengakui dirinya pintar dengan mengelabuhi pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Berbuat bohong, adalah hal yang merusak agama pada zaman rasul. Sementara insan masa kini kerap kali dengan bohong. Membiasakan diri untuk berbohong, yang ironisnya lagi mereka merasa tenang dengan perbuatannya. Rasul bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;                                                                                        &lt;strong&gt;"لا يزال الرجل يكذب و يتحري الكذب حت يكتب عند الله كذابا"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Seseorang tetap dikatakan sebagai pembohong hingga Allah menulisnya pembohong".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbohong untuk menghasilkan apa yang diinginkan bagi sebagian orang syah-syah saja. Malahan bangga ketika kebohongannya itu berhasil dan dia menjadi terkenal. atau mereka yang memberikan kesaksian di pengadilan, dengan kebohongannya dia senang dapat menjebloskan lawannya kedalam penjara. Ada juga yang mampu berbuat bohong kepada rekan kerjanya dalam menggolkan proyek-proyek, sampai teganya memfitnah bahkan hingga dia terpuruk barulah merasa puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda &lt;strong&gt;"محارمه"&lt;/strong&gt; atau hal-hal yang dilarang oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Berbicara tentang cemburunya Allah kepada insanya bila berbuat maksiat&lt;/em&gt;. Cemburu merupakan sifat yang benar-benar tetap bagi Allah, namun sifat cemburu tidak sama dengan manusia. Lebih menyukai kepada hal-hal yang telah di halalkan dan tidak menyukai hal diharamkan olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah di wajibkan bagi hambanya adalah terbaik bagi mereka, baik di dunia ataupun di akhirat. Masa kini ataupun&lt;br /&gt;yang akan datang, semua telah di prediksikan oleh Allah dan telah di ciptakan begitu sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Allah melarang hambanya terhadap sesuatu yang diharamkan, sesungguhnya Allah cemburu ketika mereka melakukan kemaksiatan yang jelas telah di larang. Bagaimana bisa manusia melakukan kemaksiatan yang Allah telah melarangnya, Allah melarang bukan lain adalah untuk kemaslahatan hambanya, bukan karena Allah membenci dan zholim. Ketahui bahwa tidaklah merugikan Allah terhadap kemaksiatan yang hamba lakukan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-113687454884039775?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/113687454884039775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=113687454884039775' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113687454884039775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113687454884039775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2006/01/allah-cemburu-kepada-hambanya.html' title='Allah Cemburu Kepada Hambanya'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-113680631514667350</id><published>2006-01-09T11:50:00.000+01:00</published><updated>2006-01-09T15:50:31.186+01:00</updated><title type='text'>Berbuatlah Jika Tidak Malu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/islamic_words03.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="153" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/320/islamic_words03.jpg" width="128" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/multifaceted_thm.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;عن أبي مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( إن مما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى : إذا لم تستحي فاصنع ما شئت ) رواه البخاري &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dari abi Mas'ud Ukbah bin Amr al Anshari al Badri ra telah berkata : Telah bersabda rasulullah SAW : "Sesungguhnya dari apa yang telah di ikuti oleh manusia dari kata-kta kenabian yang pertama ialah: "Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu". HR Bukhari&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malu adalah hiasan bagi diri setiap muslim, mahkota bagi akhlak dirinya.&lt;br /&gt;Adalah bukti yang jelas dan nyata terhadap cermin pribadi yang bersih imannya. Sehingga menjadi sebuah identitas bagi pemilik akhlak yang bersih mengantarkan dirinya ke surga. Sebagaimana sabda nabi "Malu adalah sebagian dari iman, dan yang beriman tempatnya di surga".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hakikatnya malu adalah sebagian cabang dari ketaqwaan diri. Konsekwensi dari ketaqwaan itu adalah bagaimana menampilkan sebuah prilaku baik dalam setiap sisi kehidupan. Dengan berakhlak baik mampu melindungi dari sifat keburukan dari dirinya. Karena yang terpikir dalam dirinya yaitu bagaiman selalu menampilkan kebaikan pada dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan seorang ketika berakhlak mulia akan terpancar dari jiwa yanga bertaqwa, semua itu adalah upaya dalam rangka merasakan kedekatan seorang hamba kepada RabNya.&lt;br /&gt;Sebagaimana rasulullah telah mengajarkan kepada kita bagaimana mempunyai akhlak mulia. Sehingga Abu Said al Hudriyi ra mengungkapkan indahnya akhlak rasul menjaga rasa malu dengan "Bahwa Rasulullah orang yang paling malu diantara para gadis"&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh uswah atau teladan yang mestinya diikuti. Begitulah para nabi terbimbing dengan akhlak yang mulia. Maka bukanlah sebuah keasingan jika malu adalah wasiat dari para anbiya. Sebagaimana para nabi menyampaikan kepada umatnya untuk menghiasi rasa malu.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 251px; CURSOR: hand; HEIGHT: 146px; TEXT-ALIGN: center" height="146" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/320/9905_10_8_blog.jpg" width="280" border="0" /&gt; &lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malu itu bermacam-macam:&lt;br /&gt;A. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Malu berbuat jahat &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;artinya malu untuk berbuat dosa walau sekecil apapun. itu akan terbesit dari seseorang hamba yang enggan untuk melanggar perintah Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hambal mengunkapkan :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Apabila aku berkata kepada RabKu Sungguh malu atas maksiat yang ku perbuat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Menyembunyikan dosa dari penciptaku Dengan penuh kelalaian aku datang kepadamu Rabku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;B. &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Malu yang terlahir dari hamba yang mengetahui kebesaran Allah, sempurna sifatnya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Inilah yang mendorongnya kepada rasa atas muroqobatullah (pengawasan Allah) terus menerus. sebagaimana di ungkapkan dalam syair :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;"Janganlah melihat kepada sebuah kecilnya dosa, tapi lihatlah kepada besarnya kemaksiatan ygan dilakukan".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;c. &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Malu kewanitaan, yaitu malu yang terhias pada wanita yang telah diciptakan untuknya&lt;/span&gt;. Sebagaimana telah di ungkapkan oleh Aisyah "Aku masuk kerumah yang di kuburkan disitu rasulullah dan ayahku. Maka aku meletakkan (menanggalkan) pakaianku. Aisya berkata: sungguh rasul dan umar (suami dan ayahku) ketika Umar di kuburkan bersama rasul, demi Allah tidaklah aku masuk kecuali dengan lengkap. karena malu dengan Umar".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apabila telah sempurna malu seorang hamba, malu dengan Allah dan manusia. Maka akan di golongkan rasa malunya seperti para malaikat. sebagaimana dalam hadist " barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan bawang bakung (bawang perai) janganlah mendekati masjid, sesungguhnya para malaikat merasa tersakiti sebagaimana tersakiti para anak adam" HR Muslim&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Telah mengkristal akhlak perbuatan dalam diri nabi, marilah bersama untuk melatih rasa malu dalam jiwa kita sebagaimana dalam hadist di riwayatkan Abdulah ibnu Masud, Rasulullah bersabda "Malulah kepada Allah dengan sebenar-benar malu". Kami berkata: "wahai rasulullah kami malu dan alhamdulillah. Rasul berkata: "bukan itu, tetapi malulah kepada Allah dengan benar-benar malu dengan menjaga kepala serta kesadarannya, menjada perut dan nafsunya, mengingat mati dan kehancuran. Barang siapa yang menginginkan akhirat tinggalkanlah perhiasan dunia, barang siapa yang telah mengerjakannya maka telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya". HR Tirmidzi &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adalah kelemahan kita sebagai umat muslim di era globalisasi banyak terimbas dengan gaya westernisasi sehingga rasa malu itu pudar seikit demi sedikit. Tidak tampak dengan jelas identitas seorang muslim dengan non muslim. Baik dalam cara berpakaian, pemikiran, tingkah laku dan kecenderuangan. Semua negara muslim hanyut dengan propaganda western, sehingga hilanglah diri mereka di telan oleh gelombang ghazwul fikri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman". 3:139&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-113680631514667350?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/113680631514667350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=113680631514667350' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113680631514667350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113680631514667350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2006/01/berbuatlah-jika-tidak-malu.html' title='Berbuatlah Jika Tidak Malu'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-113490321619195653</id><published>2005-12-18T11:46:00.000+01:00</published><updated>2005-12-18T11:59:50.230+01:00</updated><title type='text'>Antara Shalat Dan Iffah</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Sufyan Shakhr bin Harb r.a di dalam hadistnya yang panjang tentang cerita Heraklius, dimana Heraklius bertanya : "Apa saja yang diperintahkan oleh Nabi SAW kepada kamu?". Abu Sufyan berkata : "Nabi SAW bersabda: "Sembahlah Allah zat yang Maha Esa dan janganlah kamu mensekutukan apapun denganNya. tinggalkanlah ajaran-ajaran nenek moyangmu, serta beliau menyuruh kami untuk melaksanakan shalat, jujur, pemaaf dan menghubungkan sanak kerabat (silaturrahmi)" HR Bukhari dan Muslim&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Abu Sufyan adalah sahabat yang terlambat memeluk Islam, ketika pada peristiwa Sulhu Hudaibiah dan Fathu Makkah. Sulhu Hudaibiah terjadi pada tahun ke enam hijriah dan Fathu Makkah pada tahun ke delapan hijriah.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Abu Sufyan hendak pergi ke Syam bersama rombongan kaum Qurais ingin bertemu Heraklius. Dia adalah raja Nasrani, masa itu dia juga sudah membaca injil dan taurat. beliau adalah raja yang genius. Maka dia memanggil Abu Sufyan untuk menanyakan beberapa hal mengenai bagaimana kabar nabi, keturunannya, sahabatnya, loyalitasnya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bertanya juga kepada Abu Sufyan tentang apa saja yang diperintahkan nabi kepada kaum Muslim, dijawab olehnya "Diperintahkan mereka untuk menyembah Allah yang Esa, tidak menyekutukannya dengan apapun. Tidak menyembah selain Allah artinya: tidak menyembah raja, Rasul, pohon, batu, matahari, bulan dll.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ibadah menyembah Allah yang Esa, perintah yang datang kepada nabi Saw adalah juga telah datang kepada rasul-rasul sebelumnya. sebagaimana firman Allah :&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"وَمَا اَرْسَلنَاكَ ِمنْ قـَبْلِكَ ِمنْ رَّسُولٍ إِلاَّ نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون " الأنبياء:25&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepdanya: "Bahwasannya tidak ada Tuhan (yang hak) melalinkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian aku". Al Anbiya : 25&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: right; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;"ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت" النحل : 36&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul apda tiap-tiap umat(untuk menyerukan): "Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut". An Nahl : 36&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Dan rasul berkata kepada Umatnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"اتركوا ما كانا عليه آباؤكم"&lt;/span&gt; seluruh ajaran nenek moyang mereka harus di tinggalkan, seperti menyembah patung. sementara akhlak yang mulia dari mereka harus tetap di jaga. Hasil dari dakwah dan seruan nabi yang jelas dan gamblang kepada umatnya, untuk meninggalkan kesyirikan sebagaimana yang telah di lakukan oleh nenek moyang mereka, adalah tujuan yang paling utama dari dakwah rasul.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Rasul bersabda &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"وكانا يأمرنا بالصلاة&lt;/span&gt;" bahwa shalat adalah hubungan antara hamba dan Allah. Merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat, dengan sholat akan membedakan antara kafir dan mukmin. juga sebagai perjanjian antara musyirikin dan kafirin adalah sholat, barangsiapa yang meninggalkan maka dia telah kafir. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;sebagaimana sabda rasul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"العهد بيننــا و بينهم الصلاة فمن تركها فقد كـــفر"&lt;/span&gt; "Perjanjian diantara kita dan mereka adalah sholat, barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir" maksud dari kafir disini adalah benar-benar kafir keluar dari agama. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sholat adalah seluruh perbuatan yang apabila ditinggalkan maka akan kafir, betapa urgensinya sholat bagi seorang muslim. jika manusia meninggalkan puasa Ramadhan dengan makan dan minum siang hari maka tidak dikatakan dia kafir. tapi kalau meninggalkan sholat maka kita menyebutnya adalah kafir. jika meninggalkan zakat juga tidak dinamakan kafir, tapi bila sholat ditinggalkan itu disebut kafir. demikian mereka yang tidak mampu untuk melaksanakan haji tidak disebut kafir. tapi yang meninggalkan sholat disebut kafir.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Abdullah ibn Syaqiq (Tabiin yang mashur) mengatakan "&lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; sahabat rasul SAW mereka tidak melihat dari segala perbuatan yang menimbulkan kekafir kecuali meninggalkan sholat".&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sabda rasul &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;"العفاف"&lt;/span&gt; atau Iffah yang berarti suci. Iffah itu ada dua macam:&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;1. Iffah dari syahwat kemaluan yaitu menjauhi segalah apa yang di haramkan sehingga menimbulkan zina. karena Allah telah berfirman :&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: right;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ولا تقرب الزني إنــه كان فـاحسة وســاء سبيلا" الإســـراء : 32&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Dan janganlah mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk". Al Israa : 32&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Semua sarana yang membuat kepada zina, yaitu zina hati, pendengaran, penglihatan, tangan dan mulut. sedini mungkin harus di hindari, walau sekecil apapun bentuknya. Dari hal yang kecil itulah akan menjadikan perbuatan zina yang lebih besar. Yaitu zina kemaluan. apabila ini telah terjadi maka bahaya yang paling besar, sudah jelas bagi kita bahwa tidak mungkin akan terjadi dosa besar, tanpa didasari oleh prihal yang kecil.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;2. Iffah dari syahwat perut. atau mengharapkan kasihan orang dengan meminta-minta. maka Allah berfirman &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"يحسبنهم الجــاهل أغنيـــاء من التعفف"&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta" al Baqarah : 273&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Penjabarannya adalah bagi mereka yang menjaga kesucian dirinya untuk tidak meminta-minta kepada orang lain. menggantungkan dirinya kepada orang lain, punya keinginan hanya selalu meminta. Tangannya tidak pernah diatas. Orang yang suka memberi lebih mulia dibandingkan tangan yang di bawah. Boleh meminta kepada orang lain, jika kondisinya memang benar-benar terpaksa dan sangat membutuhkan sekali dalam kondisi darurat maka di perbolehkan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-113490321619195653?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/113490321619195653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=113490321619195653' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113490321619195653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113490321619195653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/12/antara-shalat-dan-iffah.html' title='Antara Shalat Dan Iffah'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-113490258683524719</id><published>2005-12-18T11:41:00.000+01:00</published><updated>2005-12-18T11:43:06.840+01:00</updated><title type='text'>Masihkan Kita Perlu Berbohong?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari Ibnu Mas'ud r.a dari Nabi saw beliau bersabda " Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga, seseorang itu akan selalu bertindak jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur. Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka, seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta " HR Bukhari dan Muslim&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika berbicara tentang jujur dan bohong, maka banyak hal yang membuat manusia seakan gerah membicarakannya. Karena dizaman ini kalau jujur itu buntung, jujur itu miskin, jujur itu selalu terbelakang. Nipu dikitlah, biar semua urusan lancar dan sukses. Apalagi kalau bohongnya itu untuk kemaslhatan pribadi, dan menyikut orang lain. Biarin ajah deh, yang penting diriku selamat.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kenapa harus jujur, itulah pertanyaan yang menggelitik. Apakah orang jujur itu merugi. Dan orang yang bohong itu selamat. Sebagian orang awam mengatakan bahwa bohong itu akan selamat. Tapi saudara muslim yang baik dan punya tanggung jawab kepada Allah akan mengatakan "orang jujur lebih selamat dan berkah".&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Khabar (berita) itu ada yang disampaikan dengan lisan dan arkan. Dengan lisan adalah dengan perkataan, sedang arkan dengan perbuatan. Demikian halnya dengan jujur. Bila jujur dengan lisan berarti khabar yang disampaikan itu cocok dan benar. Jujur dengan arkan adalah apabila perbuatan anggota badan cocok dan benar dengan apa yang ada dihati.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Albiiru (kebaikan) artinya banyaknya kebaikan, dan juga salah satu Asmaul Husna. Yaitu Al Barru atau banyaknya kebaikan dan ihsan Allah Ta'ala. Sudah barang tentu bahwa birru adalah hasil dari pada kejujuran. Dalam hadist dikatakan "kebaikan itu membawa kesurga". Orang yang banyak berbuat kebaikan maka Allah akan memberikan ganjaran kepadanya surga. Sebagaimana kita idam-idamkan Allah merahmati untuk masuk kesurganya.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka dari itu manusia diperintahkan untuk meminta kepada Allah untuk dimasukkan ke surga dan terlindungi api neraka. Firman Allah 3:185 "Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung".&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah bersabda " seseorang tidak akan dikatakan jujur hingga Allah menulisnya sebagai orang jujur".&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jujur merupakan martabat ke dua kenikmatan yang Allah berikan kepada hambanya, sebagaimana firmannya 4:69 "Dan Barang siapa mentaati Allah dan rasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh".&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Allah juga memberikan keistimewaan bagi wanita yang jujur dalam kehidupannya, sebagaimana firmanNya 5:75 "Al Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar".&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Abu Bakar merupakan sosok sahabat yang meneguhkan kejujuran. Awal ketika diajak untuk masuk Islam maka tidak ada keraguan pada dirinya untuk memeluk agama yang dibawa oleh nabi Muhammad. Beliau orang yang mempercayai nabi ketika kaumnya mendustakan. Juga mempercayai ketika peristiwa Isra dan Mi'raj. Ditanya oleh para sahabat tentang kepergian Nabi dari Makkah ke Quds dalam satu malam, jawabnya beliau "jika memang demikian yang dikatakan nabi, maka aku percaya". Semenjak kejadian itulah maka beliau mendapat gelar as shiddiq.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tentang bohong (Kazzab) nabi mensinyalir dalam sabdanya " hati-hatilah dengan bohong" karena bohong bisa membawa kesesatan dan kerugian kepada pelakunya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena orang bohong itu biasanya akan selalu tidak jujur, karena sudah terbiasa.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Munafiq adalah pembohong, tampaknya dia seorang muslim namun sesungguhnya kafir. Karena dia berbohong dengan perbuatannya, maka disebut sebagai orang pembohong. Lisannya mengatakan muslim namun perbuatannya mengingkari apa yang telah di gariskan oleh Allah.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Wa innal kazzabba yahdii ilal fuzur (Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan)". Al Fuzur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu : keluar dari ketaatan kepada Allah. Karena insan berbuat fasiq, melebihi batasan yang Allah tentukan sehingga keluar dari ketaatan kepada Nya. Sementara fuzur yang terbesar ialah kafir.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mereka orang-orang yang kafir sesungguhnya adalah durhaka. Sebagaimana firmanNya Q.S 80:42 " Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka". Juga dalam ayat lain disebutkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Q.S 82:14 " Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar dalam neraka".&lt;/p&gt; Bohong adalah sebuah perkarang yang di laarang oleh Allah, sebagian ulama mengatakan : perbuatan itu adalah termasuk dosa-dosa besar, karena rasulullah telah menjanjikan bahwa yang berbuat bohong itu ditulis oleh Allah sebagai orang yang bohong.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bohong yang paling besar adalah seseorang dengan menulis makalah berisi kebohongan belaka agar manusia itu terhibur dan tertawa atas tulisan tersebut. Rasulullah bersabda " Celakalah barang siapa berbicara dan berbohong agar kaum itu tertawa, celakalah dia, celakalah dia".&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini adalah ancaman bagi kebanyakkan manusia yang banyak memandang mudah perkara ini.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semua yang berbentuk kebohongan adalah haram hukumnya, semua itu mengajak pada kesesatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kecuali pada tiga hal : pertama, dalam peperangan. Kedua, mendamaikan diantara manusia. Ketiga, mendamaikan kedua suami istri. Tiga hal tersebut yang boleh kita berbohong.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-113490258683524719?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/113490258683524719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=113490258683524719' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113490258683524719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113490258683524719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/12/masihkan-kita-perlu-berbohong.html' title='Masihkan Kita Perlu Berbohong?'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-113490212840007735</id><published>2005-12-18T11:33:00.000+01:00</published><updated>2005-12-18T11:39:04.110+01:00</updated><title type='text'>Kesulitan Buah Kenikmatan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra dari nabi saw dimana beliau bersabda : " Seorang muslim yang tertimpa kecelakaan, kemelaratan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun duka cita sampai-sampai pada tertusuk duri, niscaya Allah akan menebus dosanya dengan apa yang menimpanya itu". HR Bukhari dan Muslim.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam kehidupan manusia selalu saja diiringi oleh kesenangan, kesulitan, kesedihan, kegundahan. Semua menyatu dalam menjalani kehidupan didunia. Bisa jadi satu hari gembira, besoknya sedih, besoknya gundah gulana. Semua serba kemungkinan dan akan terjadi, demikian yang kita alami dalam mengarungi kehidupan.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun perlu di ketahui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama, bahwa semua itu adalah kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia. Jikalau orang selalu gembira saja ataupun sedih saja maka hidupun akan terasa bosan. Allah memberikan segala kesulitan, musibah dll. Tidak lain adalah untuk menghapus dosa dan kesalahan-kesalahan manusia yang telah diperbuat baik di sengaja atau tidak. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Adalah sunnahtullah bahwa manusia tidak selamanya dalam keadaan gembira, selalu diiringi kesedihan atau musibah. Baik itu musibah dari diri sendiri berupa sakit, musibah badan seperti keseleo, musibah dalam masyarakat seperti lingkungannya tukang narkoba dan miras, musibah dalam keluarga seperti senang mengadu domba. Semua itu bagi seorang mukmin disikapi dengan baik, setiap musibah maka bersabar karena itu memang terbaik baginya. Ketika mendapat kegembiraan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka bersyukur dan juga terbaik buatnya.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seorang mukmin selalu saja mensikapinya baik baginya, entah itu berupa musibah atau gembira. Karena semuanya itu adalah nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Sekaligus membuktikan apakah yakin dengan apa yang Allah berikan terhadapnya, semua itu pasti terbaik bagi hambanya pada saat itu. Tidak ada musibah yang Allah berikan kepada hambanya, menjerumuskan kepada kenistaan atau kesengsaraan.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Musibah terbagi menjadi dua:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;a.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Apabila manusia ditimpa musibah, mengingat pahala dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Maka akan didapatkan pada diri seorang mukmin adalah pertama mengahapus dosa-dosa, kedua ditambahkannya kebaikan bagi dirinya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;b.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sekali-kali manusia lupa dengan musibah tersebut, sehingga menyempitkan dadanya. Lalai bahwa pahala dan menyerahkan penuh kepada Allah. Musibah tersebut semua itu akan dapat mengampuni dosa-dosanya. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dalam kesempatan ini manusia akan memilih apakah dia akan mendapat keuntungan berupa dihapuskan kekejian dan dosa-dosanya. Atas kesabaran dan mengingat bahwa Allah akan memberikan pahala atas segala kesabarannya. Atau malah tidak mendapatkan apa-apa. Karena tidak sabar malah yang ada adalah umpatan dan hujatan terhadap nikmat yang Allah berikan kepadanya.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seyogyanya manusia ketika mendapatkan musibah walaupun tertusuk duri, ingatlah bahwa itu adalah nikmat pemberian Allah kepadanya. Menyadari bahwa nikmat Allah itu menunjukkan wujud Allah dan kemulianNya. Dimana memberikan cobaan kepada mukmin kemudian ditetapkan baginya pahala terhadap mereka yang sabar dan meyakini keagungan Allah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-113490212840007735?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/113490212840007735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=113490212840007735' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113490212840007735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/113490212840007735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/12/kesulitan-buah-kenikmatan.html' title='Kesulitan Buah Kenikmatan'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112807958472141552</id><published>2005-09-30T13:16:00.000+02:00</published><updated>2005-12-18T20:24:39.833+01:00</updated><title type='text'>Tinggalkan Yang Membuat Ragu Anda</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Terjemah hadits:&lt;br /&gt;Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah e dan kesayangannya dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah e (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.&lt;br /&gt;(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1.     Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal akan melahirkan sikap wara’.&lt;br /&gt;2.     Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal tersebut lebih terhindar dari perbuatan   &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;        syubhat, khususnya jika diantara pendapat mereka tidak ada yang dapat dikuatkan.&lt;br /&gt;3.     Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan maka keyakinan yang diambil.&lt;br /&gt;4.     Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada harganya&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;        keraguan dan kebimbangan.&lt;br /&gt;5.     Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap urusan agama dan masalah bid’ah.&lt;br /&gt;6.     Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka dia akan berani melakukan perbuatan &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;        yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema hadits dan ayat yang terkait :&lt;br /&gt;1. Meninggalkan keragu-raguan          : 14 : 10, 49 : 15, 2 : 2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112807958472141552?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112807958472141552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112807958472141552' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112807958472141552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112807958472141552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/09/tinggalkan-yang-membuat-ragu-anda.html' title='Tinggalkan Yang Membuat Ragu Anda'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112651988966705341</id><published>2005-09-12T12:04:00.000+02:00</published><updated>2005-09-12T12:12:47.863+02:00</updated><title type='text'>Sejenak, Berhentilah Bersama Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati" al Hajj  22 : 32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang tidak lama, didalam kerutinitasan dan monoton, ada masanya kita harus berhenti sejenak dalam rangka menyegarkan suasana. Dan kita harus menyadari bersama bahwa hidup mutlak memerlukan terminal-terminal peristirahatan. Karena setiap kita dituntut untuk pandai membaca kapan saat-saat kita untuk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/islamic_words23.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/320/islamic_words23.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menyegarkan kembali, ganti suasana didalam kerutinitasan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan terminal, untuk menyegarkan ingatan dan memperbaharui jati diri sebagai hamba Allah yang mempunyai misi hidup di dunia. Waktu yang diberikan cukuplah lama, dalam sebulan penuh kita diajak merenung kembali, sampai dimana kewajiban-kewajiban dilaksanakan, sejauh mana ibadah-ibadah dapat merubah gaya hidup serta interaksi dengan Allah. Sudah sampai dimanakah langkah kita sekarang, adakah misi hidup kita sebagai hamba, hanya menyembah Allah sudah total di kerjakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita merenung sejenak dengan jeda yang akan sebentar lagi kita songsong, beberapa hari lagi dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Kembali Kepada Allah Dengan Melakukan Ibadah-ibadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;Perbanyak dengan sholat Nafillah (Sunnah)&lt;/span&gt;. Sholat merupakan jeda untuk merenungkan kembali tentang kebesaran Allah dan sekaligus untuk mendekatkan diri kepada Allah yang paling effektif. Sholat adalah tiang agama sebagaimana tertera dalam hadist "Barangsiapa yang mendirikan sholat telah mendirikan tiang agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman " Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Az Zarriyah 51 : 17-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat tahajud merupakan salah satu sholat Nafillah. Melalui tahajud akan menambah energi hati dan keimanan kita kepada Allah. Dengannya akan terlihat bahwa betapa indahnya ketika dalam kesunyian manusia sedang terlelap, kita menghadap Rabb mengadukan kegundahan dan kegelisahan. Yakin bahwa tiada yang dapat memecahkan persoalan hidup dan apapun masalah yang dihadapi hanya Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabbmu mengangkat ke tempat yang terpuji".&lt;br /&gt;al Isra : 79&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah orang-orang yang malam harinya dihiasi dengan tahajud ria. Bening hatinya, sejuk jiwanya, tentram hidupnya bahkan Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda, juga akan diberkahi hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buya Hamka mengatakan "Jika kamu ingin melihat orang kesungguhannya maka lihatlah sholat subuhnya, jika kamu ingin meilhat orang benar-benar berjihad dalam hidupnya lihatlah sholat malamnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda " Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, beri makan orang miskin, dan shalatlah dimalam hari ketika orang-orang terlelap tidur. Dengan demikian, kalian akan masuk surga dalam keadaan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;Membaca quran merupakan bekal yang ampuh untuk mengarungi kehidupan&lt;/span&gt;. Sebaik-baik zikir adalah dengan membaca quran. Jadi quran sebagai teman sejati disetiap kesempatan dan waktu kita baca, renungi dan amalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang mu'min sudah konsisten membaca Al Quran dengan tenang, tadabbur dan khusyu, maka akan terbukalah belenggu-belenggu yang memborgol hatinya dan akan terpancar pula cahaya quran di jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah " Ini adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran" as Shad : 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala bagi yang membacanya sangatlah banyak, karena setiap huruf yang dibaca mendapatkan ganjaran 10 kebaikan.&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasul " Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan kebaikan tersebut akan dibalas dengna sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif' Laam miim itu satu huruf, tapi aku mengatakan bahwa alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf"&lt;br /&gt;HR At Turmudzi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;Menjadikan masjid sebagai "Pasar Pahala"&lt;/span&gt;. Rumah Allah yang satu ini merupakan luar biasa dahsyatnya dalam mempengaruhi gaya kehidupan seseorang. Akan hilang masalah dan problematika hidup masing-masing ketika rajin pergi ke mesjid. Melaksanakan sholat berjamaah, bertemu dengan orang-orang sholeh, dengannya menambah keimanan dan ketentraman hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap langkah akan di hapus dosa dan diberikan pahala. Jadi Allah benar-benar mengistimewakan bagi mereka yang selalu hatinya terpaut dengan masjid. Dalam hadist dikatakan bahwa mereka yang hatinya terpaut kepada masjid Allah menjanjikan dia surga sebagai balasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka para sahabat mempunyai trik masing-masing dalam rangka mendapatkan janji Allah. Biasanya mensiasati diri mereka agar rumahnya jauh dari masjid, dengan pengertian bahwa semakin jauh semakin banyak pahala dan dosa terhapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Taubat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Marilah kita berhenti sejenak untuk evaluasi diri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubah adalah salah satu syiar yang Allah perintahkan kepada hambanya agar selalu ingat kepadaNya atas kesalahan dan kekhilafan yang telah di perbuat. Bertaubah berarti membersihkan diri dari kekerdilan dan kemaksiatan yang telah dilakukan. Bukan berarti bertaubah menghilangkan harga diri dan merendahkan martabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa akan berkarat seperti besi berkarat jika di diamkan saja. Membersihkan diri dari kemaksiatan yang telah diperbuat, dosa yang disengaja atau tidak dan dosa besar atau kecil. Semua itu adalah noda yang akan membuat jiwa dan hati mengarat. Jika sudah berkarat cahaya akan sulit masuk. sebagaimana Ali bin Abi Thalib berkata "Hiburlah jiwa&lt;br /&gt;kalian, sesaat barang sesaat. Karena jiwa itu bisa berkarat. Seperti besi yang berkarat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya kalian berbuat salah, hingga kesalahan kalian mencapai langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah akan menghampuni". HR Ibnu Majah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selagi ajal belum sampai di ternggorokan" HR Ibnu Majah dan Tirmidzi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat mendapat porsi perhatian yang sangat besar dalam Al Quran, sebagaimana yang tertuang di berbagai ayat dari surat Makkiyah maupun Madaniyah, diantaranya yang jelas dan nyata adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia, sedang cahaya mereka mengatakan, "Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".&lt;br /&gt;At Tahrim : 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kaum muslimin kita bertaubat dalam rangka menyambut bulan suci, dimana kita dihentikan sejenak oleh Allah. untuk menenggok kembali sampai dimana kita menghambakan diri kepada Allah. Demi Allah tidak ada yang tertutupi ataupun samar-samar di hadapan Allah, hati-hati kita hanya milik Allah semata. Dia akan lebih tau apa yang tersirat dihati. Jangan mengira Allah tidak mengetahui kezhaliman yang telah kita perbuat, baik pada diri kita sendiri ataupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubatlah atas kesombongan yang telah kita perbuat, sombong dengan kekayaan yang kita miliki sehingga menghina orang lain. Sombong atas gelar yang telah kita dapati. Sombong karena kita sebagai atasan terhadap bawahan. Sombong karena mempunyai pangkat sehingga memandang rendah orang lain. Demi Allah, semua itu adalah ujian dan amanah, bukan untuk di banggakan apalagi untuk pamer. Semua itu akan dimintai pertanggung jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menarik kisah yang dilakukan oleh almarhum Mohammad Natsir layat kita teladani. Ia membuka diri untuk masyarakat. Itu merupakan jeda rasa bersyukur kepada Allah. Sewaktu Muhammad Natsir masih menjabat perdana menteri, seorang pengurus musholla di daerah kwitang, dengan mudahnya menemui Natsir di kediamannya. Ia mengeluh soal tikar yang sudah rusak. Sewaktu Natsir yang menerimanya dengan sungguh-sungguh dan ramah menanyakan, mengapa tidak di ganti saja. Ketahuanlah persoalannya terletak pada ketiadaan dana. Serta merta Natsir memberikan orang itu uang milik Natsir sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubahlah atas keburukan hati kita, sering hati kita dengki kepada orang lain yang berhasil, iri ketika tetangga atau teman kerjanya berhasil. Usil kalau ada orang yang melebihi darinya. Pusing tujuh keliling kalau melihat patnernya naik jabatan. Sungguh merugi mereka yang mempunyai sifat buruk hati. Tidak pernah akan tentram dan tenang hatinya. Selalu saja stress dan gundah gulana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah kebeningan hati seorang menteri yaitu Hamid Al Abbas, beliau hendak menuju kebunnya. Dia melihat seorang bapak tua menangis sejadinya. Di sampingnya anak dan istrinya. Rumah satu-satunya yang mereka punyai telah terbakar. Tangis itu begitu menyayat hati sang menteri. Pengawalnya yang sedari tadi hanya terdiam mendapatkan perintah agar mendirikan kembali rumah itu sebelum malam tiba. Dan mengembalikan seluruh perkakas rumah dan isinya. Tidak cukup sampai di situ, setelah ashar itu rumah selesai didirikan, sang menteri memberi bapak tua itu modal sebesar lima ribu dirham. Keluarga yang hidup di jaman menteri yang tulus itu sangat beruntung. Mereka membalasnya dengan doa yang tulus pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubatlah atas kelancangan mulut kita, sering kita ngerumpiin orang lain tanpa disadari bahkan dengan sengaja. Memfitnah temannya sendiri atau tetangganya dengan bangga. Menggadu domba saudaranya sendiri dengan tanpa rasa bersalah. Sering juga mulut ini berbohong untuk kemaslahatan pribadi atau jabatan, bahkan agar orang menyukainya, ia selalu berbohong. Demi zat yang Maha Agung semua itu diketahui oleh Allah. Tidak ada yang tersembunyi dihadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bertaubatlah saudaraku mumpung masih banyak kesempatan diberikan kepada kita. Bersyukurlah Allah akan menemukan kita bulan ramadhan yang akan datang, namun bersihkan diri kita masing-masing sebelum tamu agung kita menghampiri kita. Buanglah semua embel-embel dunia yang menyebabkan kita lupa kepada Allah, jauhkan hati dari buruk sangka, bersihkan akhlak dengan kemanisan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah sejenak, isilah ramadhan kali ini dengan seoptimal mungkin. Tundalah sementara kesibukkan kita yang melalaikan tamu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sebuah kisah pangeran Diponegoro dengan jendral de Kock pada ramadhan akhir Februari 1830. Pangeran Diponegoro memasuki Magelang, dari markas tentaranya di pegunungan Menoreh, untuk melanjutkan perundingan genjatan senjata dengan penjajah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah memasuki bulan Ramadhan, Diponegoro dengan tegas menolak melanjutkan perundingan sampai bulan Ramadhan berakhir. Ia juga menegaskan, dalam bulan puasa ia tidak mau mengadakan perjanjian, tidak mau pikirannya terpecah. Ia ingin total khusyu beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112651988966705341?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112651988966705341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112651988966705341' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112651988966705341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112651988966705341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/09/sejenak-berhentilah-bersama-ramadhan.html' title='Sejenak, Berhentilah Bersama Ramadhan'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112559574046190620</id><published>2005-09-01T19:26:00.000+02:00</published><updated>2005-09-09T21:10:52.170+02:00</updated><title type='text'>Ananiyah dan It'sar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Apasih sebenarnya yang terdapat dalam diri manusia, sifat-&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;sifat apa saja yang membuat mereka gembira&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;, bahagia dan tentram. Juga sifat-sifat apa saja yang membuat mereka sengsara, terh&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;ina dan buruk dimata Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Timbul pertanyaan apakah manusia &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;annaiyah (egois) mencintai dirinya sendiri ketimbang kemaslahatan&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/858_cliffs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/320/858_cliffs.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt; orang lain? ataukah mereka lebih It'sar (mendahulukan) kemaslahatan orang lain ketimbang kemaslahatan bagi dirinya? maka jika dikaji akan memakan waktu lama kalau dilihat dari ilmu psyikologi, moral dan ilmu sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Para ilmuan mendefinisakan bahwa manusia sudah mempunyai dua sifat didalam dirinya yaitu ananiyah dan it'sar. Manusia tat kala mereka melihat adanya kemaslahatan bagi segenap manusia, maka didahulukan ketimbang maslahat pribadinya. Sementara disatu sisi ada yang melihat bahwa tadhiyah (pengorbanan), fidha (pembelaan) tidak lain adalah sebuah sifat egoistis pribadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Tidak dipungkiri lagi bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, sudah barang tentu memerlukan ta'awun (gotong royong) atau bekerja sama. Lebih memilih untuk mementing kemaslahatan bersama ketimbang mengisolasi diri. Tidak bisa terlepas dari pada hak-hak orang lain, sehingga timbulnya manfaat bersama buah dari pada ta'awun diantara mereka. Dan terrealita adanya kemuliaan, kehormatan serta kemaslahatan bersama. Dikarenakan manusia tidak akan hidup mulia dan tenang tanpa terrealiasikan sifat ta'awun dan it'sar diantara mereka. Maka tadhiyah dan it'sar merupakan sebuah kebutuhan yang sangat penting dalam bermasyarakat dan itu harus terwujudkan bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Kalaulah tidak terikat dengan sebuah sistem dalam kehidupan maka sudah barang tentu akan terjadi kekacauan. Adanya sifat ta'awun dan it'sar itulah yang melahirkan sistem hukum, hidup, bermasyarakat, interaksi dsb. bisa berjalan dengan lancar. kalaulah sifat kedua itu tidak ada dalam diri manusia, lebih memilih ananiyah maka yang timbul adalah kekacauan dan amburadul. masing-masing menginginkan kehendaknya agar teralisasikan dan terwujud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Apabila pemakai jalan tidak ada peraturan dan tertegak sifat ta'awun dan it'sar maka apa yang akan terjadi. Antara pemakai jalan yang berkendaraan dengan pejalan kaki tidak ada yang mau mematuhi lampu merah, sudah barang tentu kekacuan dan kemacetan berkepanjangan, semeraut, kacau balau dan kasihannya lagi pejalan kaki akan terkena akibatnya, bisa jadi mangsa pengedara mobil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Jika kita bermuamalah (interaksi) jual-beli, yang terpikirkan pada dirinya bagaimana tidak menerima barang dari orang lain, tidak mau berinteraksi dengan lainnya. Secara otomatis tidak mungkin kita mendapatkan keuntungan, juga tidak akan terpenuhi kebutuhan hidup.Serta tidak akan terwujud rasa aman diantara keduanya, jika tidak adanya rasa tadhiyah dan it'sar. Penjual memberikan harga dan melebihi sedikit dari modal produksi, tidak lain agar ada keuntungannya, pembeli mengeluarkan duitnya dan mendapatkan barang yang diinginkan. Jadi ada keridhoan juga ada rasa it'sar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Sementar it'sar manusia terhadap diri kita kalau di hitung amatlah banyak. it'sar yang di puji oleh syariat dan dihormati oleh prinsip-prinsip akhlak. yaitu adanya it'sar memilih (ikhtiyar) didalam undang-undang, dan tidak dipaksakan. Bagaimana memberikan it'sar bagi mereka yang mememilih kehormatan ketimbang harta, meilih bercape-cape ria terhadap istirahat, menikmati lapar ketimbang kenyang, memilih mati dari pada hidup. Bukankah ini semua adalah bentuk keindahan dari pada tadhiyah, yang tidak lain adalah hanya menginginkan pahala dan pujian dari Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Sesungguhnya kita membutuhkan kepada kesenangan, baik itu kesenangan hidup berupa materi atau non materi. itu semua sudah barang tentu bagi mereka yang memang mensifati dirinya dengan tadhiyah, it'sar dan fidha. kita membutuhkan listrik, mobil, pesawat terbang, siaran tv dan radio. Mereka para ilmuan yang jenius telah merelakan waktunya untuk meriset dan mengadakan ekperiment, mengorbankan waktu siang dan malam. Dalam rangka mempersembahkan yang terbaik bagi insan manusia untuk mempermudah, dan demi kelangsungan hidup di dunia. Kita bersama-sama bisa menikmati atas jerih payah mereka, bahkan beribu manusia dapat merasakan karya mereka. Itulah tadhiyah, fidha dan it'sar yang mereka persembahkan kepada kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Bagaimana juga kita membutuhkan kepada contoh orang-orang yang mengagungkan aqidah dan agama yang dengannya kita terhormat. Jika berbicara kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita berbentuk hidayah dan taufiknya. Maka para salafus shalih mereka yang mengemban risalah dakwah, tidak terlepas dari pada ujian berupa siksaan dan kehormatan. mengerahkan sekuat tenaga darah dan jiwa untuk menyebarkan agama bagi generasi sesudahnya, hingga akhirnya mereka mendapat pertolongan dari Allah atas perjuangan yang mereka lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Demikianlah kita hidup selalu membutuhkan kepada generasi pendahulu kita, dalam mengambil contoh. Kita bisa merasakan bagaimana tadhiah, fidha dan it'sar mereka hingga sekarang kita memetik hasilnya. Demikian generasi yang akan datang akan mengambil manfaat dari pada jerih payah kita tadhiah, fidha dan it'sar. Begitulah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sirkulasi hidup, di setiap zaman, waktu, keadaan dan peristiwa. Ada saja membutuhkan kepada orang-orang yang ikhlas dalam mengemban misi hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Sekarang yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah generasi sekarang mampu untuk menyelami arti fidha dan it'sar? apakah mereka menghiasi dirinya dengan akhlak yang telah di gariskan oleh syariat Allah dan undang-undang akhlak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Kenyataan yang ada sekarang adalah bahwa manusia hidup dizaman ini seakan menghilangkan jejak, dari misi penciptaan manusia yang bagus dan sebaik-baiknya penciptaan. Dimana kita akan melihat ketika kita berjalan dan melihat disetiap sudut masyarakat sekarang, selalu saja kita mendapatkan perbuatan ananiah telah menguasasi pada setiap sisi. Kita mendapatkan bagaimana hubungan ananiyah seorang bapak menzhalimi anaknya dengan sewenang-wenang, mendapati seorang suami sewenang-wenang terhadap istrinya, seorang pemimpin sewenang-wenang terhadap rakyaknya, bagaimana ananiyah orang-orang kaya kepada masyarakat, pedagang hanya memikirkan dagangannya saja, petani juga hanya memikirkan tunaiannya, para pekerja dikantor hanya kasih sayang jika ada hubungan keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Pada sisi yang sama kita sesama insan memerlukan kebersamaan dalam memecahkan problematika hidup, agar selamat dari pada tragedi dan kemalangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga terpecahkan segala aral melintang dalam kehidupan ini. Kalaulah para insan didunia hanya memikirkan dirinya sendiri, maka yang tampak dalam kehidupan ini adalah adanya kesewenang-wenangan yang kental dalam tatanan kehidupan.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Ketika hijrahnya rasul bersama para sahabat, kaum mu'minin Makkah (muhajirin) di persaudarakan dengan mu'minin Madinah (anshor) oleh Rasul. Mempersaudarakan setiap anshor dengan seorang muhajir. Masing-masing anshor yang telah di persaudarakan, membawa saudaranya Muhajir kerumah masing-masing, dan membagi dua harta yang berada dirumahnya. Membagi baju, harta, makanan dan kendaraan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Mereka ditempatkan dalam keluarga sebagai saudara sendiri. Sehingga para muhajir yang telah meninggalkan harta, sanak keluarga, ladang, tempat tinggalnya. merasakan jati dirinya kembali juga tidak ada rasa sungkan tinggal bersama saudara anshor yang baru dikenal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Maka al quran mengabadikan peristiwa yang luar bisa bersejarah ini dalam surat Al Hasr : 9&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;" Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada (orang Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Pada zaman khalifah Umar terjadi peristiwa musim paceklik dan kelaparan, Umar tidak tidur malam kecuali sedikit. Tidak dapat istirahat kecuali sedikit. Dalam dirinya selalu saja memikirkan bagaimana agar masyarakat terbebas dari lapar. Terus saja Umar kesehariannya memikirkan hingga sedikit dalam tidur, makan dan istirahat. Maka ketika orang melihatnya dan berkata "Kalaulah musim ini berkepanjangan hingga satu bulan kedepan maka Umar akan meninggal".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Suatu hari datanglah rombongan dari Mesir yang membawa daging, minyak samin, makanan dan pakaian. Mereka sendirilah yang membagi-bagikan kepada masyarakat, Umarpun juga ikut membagikannya. Sedangkan Umar menolak untuk makan barang-barang yang telah dibawa mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Berkata kepada kepala rombongan " Kamu nanti makan di rumah saya, harapan orang itu akan menyantap makanan yang lezat. Mengira bahwa makanan amirul mukminin ini lebih baik dari yang lainnya. Tibalah mereka berdua di kediaman Umar. Kemudian diserukan untuk menyediakan makanan, maka tersedialah makanan tersebut. Betapa terkejutnya kepala rombongan tersebut, ternyata makanan yang di kira enak itu luluh, hilang seketika tat kala dihadapannya hanya sepotong roti hitam kering dan minyak ditaruhkan dipiring.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Terjadilah dialog diantar keduanya, kepala rombongan itu berkata "Kenapa Kamu melarangku untuk makan bersama orang-orang dengan daging dan samin, dan menyediakan makanan seperti ini. Umar berkata " Inilah makanan yang sehari-hari aku makan". Dia berkata "Apa yang melarang dirimu untuk tidak makan daging, samin. Padahal dirimu tadi yang telah membagikan makanan tersebut kepada mereka. Umar menjawab " Aku telah berjanji kepada diriku, untuk tidak merasakan samin dan daging hingga kaum muslimin kenyang dengan keduanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Wahai saudaraku muslimin dan muslimat ingat selalu firman Allah Al Insan 76:8-9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;" Dan mereka memberikan makanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang di tawan. Sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112559574046190620?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112559574046190620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112559574046190620' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112559574046190620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112559574046190620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/09/ananiyah-dan-itsar.html' title='Ananiyah dan It&apos;sar'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112543620841924532</id><published>2005-08-30T22:31:00.000+02:00</published><updated>2005-09-09T21:18:16.860+02:00</updated><title type='text'>Semua Baik Bagi Muslim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/islamic_words07.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/400/islamic_words07.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan ra ber&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;kata, Rasulullah saw bersabda :&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; "Memang sangat menakjubkan keadaan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;orang mukmin itu, karena segala&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; urusannya sangat baik baginya dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi seseorang yang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; beriman dimana bila mendapatkan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;kesenangan ia bersyukur maka yang demikian itu sangat baik baginya, dan bila ia tertimpa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; kesusahaan ia sabar, maka yang demikian itu sangat baik&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; baginya". HR Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keunikkan dari pada umat Islam adalah terletak dalam hadist ini. Dimana segala sesuatu yang menimpanya baik itu kesenangan atau kesusahan semua dihadapi dengan keimanan. Bersy&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;ukur kepada Allah adalah sebuah obat untuk menenangkan hati. Bersabar adalah kunci utama dalam menerima segala yang Allah berikan kepadanya. Disitulah akan Allah gantikan dengan yang lebih baik, dalam sarana menghapus dosa-dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah menampakkan ketakjubannya kepada muslim, karena setiap permasalahan dan perkara yang dihadapi oleh muslim selalu di sikapi dengan baik, bukan dengan mengumpat, apalagi dibarengi dengan menghujat hingga lepas kontrol. Sikap tersebut akan terlahir dari seorang muslim tat kala beriman kepada Allah Ta'ala secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan manusia bila dalam keadaan mukmin tidak akan terlepas dari pada qodho dan qodhar. Akan terlihat pada sisi kehidupannya itu terdapat dua perkara : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;senang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;susah. &lt;/span&gt;Kedua perkara ini akan selalu menghiasi ruang-ruang hidupnya, kisi-kisi pergolakan hidup. Hingga akhirnya mereka merasakan bahwa kesenangan dan kesusahan menjadi akrab baginya. Bukannya sebuah aral rintangan dalam kehidupan tapi sebuah kenikmatan yang harus di syukuri dan di nikmati.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sedangkan manusia tat kala tertimpa musibah ada dua golongan dalam mensikapi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mukmin&lt;/span&gt; : percaya dengan apa yang Allah berikan kepadanya menyadari secara kesadaran penuh bahwa hal tersebut adalah yang terbaik baginya. Jika tertimpa kesusahan dan kemalangan dia bersabar. Sambil menunggu kemudahan dan bantuan dari Allah. Menyadari bahwa Allah akan membalas atas kesabaran dengan pahala yang setimpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tertimpa kesusahan dengan berbentuk  kenikmatan  baik berupa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;agama&lt;/span&gt; seperti ilmu, perbuatan baik, atau kenikmatan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dunia&lt;/span&gt; seperti harta, anak dan saudara. Maka sikap yang di tunjukan adalah bersyukur kepada Allah, menyikapinya dengan kaca mata keimanan yaitu taat kepada Allah. Karena syukur bukan saja dengan lisan. Namun layaknya diiringi dengan sebuah ketaatan kepada Allah. Bersyukur kepada Allah adalah wujud nyata yang paling terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dari pada kenikmatan itu ada dua yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nikmat dunia dan agama. &lt;/span&gt;Nikmat dunia dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kesusahan&lt;/span&gt; dan nikmat agama adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syukur&lt;/span&gt;. Begitulah kondisi seorang mukmin dalam mengarungi bahtera kehidupan di muka bumi ini yang sifatnya hanya sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kafir &lt;/span&gt;: apabila tertimpa kesusahan mereka tidak bersabar tetapi mereka malah ribut mengumpat dan mencemooh. Mengumpat kepada zaman, menghina waktu, bahkan sampai menghujat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kemalangan datang mereka menyikapi dengan tidak bersyukur kepada Allah. Kemalangan ini adalah azab bagi mereka nanti di akhirat. Karena kafir itu tidaklah makan dan minum kecuali didalamnya itu ada dosa bagi mereka, akibat menghujat dan mengumpat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun makanan dan minuman bukanlah dosa bagi seorang muslimin, karena mereka selalu bersyukur pada Allah. Sebagaimana firmannya " Katakanlah "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rejeki yang baik?". Al A'raf 7 : 32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist ini menganjurkan kepada keimanan, mukmin selalu dalam kebaikan dan kenikmatan. Juga menganjurkan kepada mereka untuk sabar terhadap kesulitan, itulah wujud dari keimanan seorang mukmin. Apabila melihat dirinya dan ketika itu musibah berupa kesulitan bersama dengan diri mereka, lantas mereka bersabar sambil menunggu bantuan Allah. Tidak diragukan lagi bahwa pahala dari Allah menanti. Namun apabila sebaliknya, maka cepat-cepatlah bertaubat dan minta ampunlah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112543620841924532?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112543620841924532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112543620841924532' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112543620841924532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112543620841924532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/semua-baik-bagi-muslim.html' title='Semua Baik Bagi Muslim'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112529588795350897</id><published>2005-08-29T08:02:00.000+02:00</published><updated>2005-12-29T11:28:06.873+01:00</updated><title type='text'>Bakhil Dan Syarof</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/01arrahman.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/320/01arrahman.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Kehidupan man&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;sia yang terasa panjang, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;amun bagi s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;etiap individu adalah terbatas. Tiada waktu yang tersedia b&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;eg&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;itu lapang, ti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;ada keni&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;kmatan yang dirasakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;kecuali sifatnya hanya&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;sementara. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Ataupun kalau kita memp&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;unyai umur ju&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;ga tidak akan panjang sampai ratusan tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/01arrahman.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Jika manusia berkeinginan untuk mengumpulkan harta di dunia sebanyak-banyaknya, maka itupun tidak akan bisa dinikmati semua. Kerja dengan sekuat tenaga membanting tulang untuk mengumpulkannya. Namun suatu saat juga akan jatuh sakit, maka harta tidak akan bisa di nikmatinya juga. Maka cita-ciatnya yang dibangun untuk menikmati harta sirna, akibat menderita sakit.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Allah berfirman QS, Al Mulk 67:21 "Atau siapakah dia ini yang memberikan kamu rezeki jika Allah menahan rezekiNya? Sebernarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan mejauhkan diri?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Pada dasarnya manusia megetahui hakikat kebenaran ayat diatas, akan tetapi mereka berbeda dalam mengambil manfaat dan ibrah (pelajaran) yang terkandung didalamnya. Banyak manusia yang melihat bahwa nikmatnya hidup apabila dapat membangun istana kemegahan dengan kemewahan dan kenikmatan.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Ada juga yang menterjemahkan bahwa mengumpulkan harta dengan menyimpannya, adapun dirinya dan orang lain dilarang untuk menikmati harta yang telah di kumpulkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Disisi lain manusia lupa akan keterbatasan dan ketidak mampuan dalam menterjemakan akan arti syukur serta kemurahan Allah memberikan rizkinya pada siapapun. Lupa bahwa setiap rezeki yang diberikan dan didapatkannya hanya merupakan sebuah titipan dan wasilah (perantara) untuk beribadah dan berbakti kepadaNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Bakhil&lt;/span&gt; atau pelit adalah sebuah penyakit yang timbul akibat individu atau manusianya yang lalai, egois yang tidak beraturan. Lupa bahwa harta yang dimiliki itu bukanlah untuk di banggakan atau di simpan dan di nikmati sendiri. Sehingga untuk mengeluarkan akan berpikir ribuan kali jika untuk surga, tapi bila untuk neraka maka berjuta-juta akan keluar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Terkadang ada manusia yang sangat royal sekali apabila untuk dirinya sendiri, segala keinginannya harus terpenuhi dan terwujud. Sementara bagi keluarganya kebutuhan primer dan prioritas susahnya minta ampun untuk terwujudnya kebahagian keluarga dan ketentraman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Ada juga manusia yang baik pada dirinnya dan keluarga. Semua kebutuhan baik untuk dirinya dan keluarga, terpenuhi dengan baik. Adanya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;tawazun&lt;/span&gt; (keseimbangan) dalam melaksanakan kebutuhan masing-masing. Tidak adanya ketimpangan diantara kedua belah pihak. Semuanya berjalan dengan seiring.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Timbulnya sifat bakhil dalam diri manusia disebabkan oleh :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: -0.25in; MARGIN-RIGHT: 0.25in"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;1.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Lemahnya kepercayaan terhadap janji-jani Allah dan ganjaran yang diberikan. &lt;/span&gt;Taat terhadap bisikan setan ketika takut akan kefakiran apabila menginfaqkan hartanya. Sebagaimana firman Allah 2 : 268" Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dari padaNya dan kamunia. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi mengetahui".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;2.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Matinya rasa sosial dalam dirinya. &lt;/span&gt;Dominasi egois yang kental padanya. Seakan mereka mengira diciptakan dan hidup untuk dirinya saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Sesungguhnya kebahagian yang hakiki dan mulia tidaklah sempurna bila tidak dalam masyarakat yang merdeka dan mulia. Kebahagian masyarakat adalah wujud dari pada kebahagian masing-masing individu. Apabila hilang rasa sosial dalam umat dan masyarakat, maka lebih bahaya dari pada kemiskinan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Maka rasul bersabda "Tidaklah&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;beriman kepada Ku barang siapa yang tidur perutnya terisi sementara tetangganya kelaparan dan dia mengetahuinya". HR Al Bazar dan Tabrani. Hadist ini menilik kepada setiap muslim agar peduli kepada sesamanya, peduli kepada tetangganya. Tidak memikirkan dirinya saja, mempunyai empati kepada sesama makhluk hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Sharof &lt;/span&gt;atau berlebih-lebih, adalah sebuah sifat yang tidak baik bagi seorang muslim. Karena berlebih-lebihan itu merupakan teman setan. Suatu hal yang berlebihan akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Sunatullah yang berlaku bila setiap yang melampaui batas standar maka akan terjadi ketidak seimbangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Islam menyuruh kita agar dalam kehidupan kita ada tawazun (keseimbangan) tidak berlebihan dan tidak kikir. Sebagaimana tertera dalam firman Allah Q.S 25:67 "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta)mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan" Q.S 7:31. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Rasul bersabda " janganlah berlebih-lebihan walau kamu berada di sungai yang mengalir" HR. Ibnu Majah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Cara berfikir kita manusia terkadang tidaklah rasionalis, tidak berpikir sehat. Itu semua kembali lagi sampai dimana pemahaman tentang agama yang diyakini dan sejauh mana berinteraksi dengan Allah. Bagi mereka yang &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;tsiqoh &lt;/span&gt;(percaya) dengan janji dan pahala yang Allah berikan, maka setitikpun tidak ada keraguan bahkan dengan ridho dan senang hati melaksanakannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Ketsiqohan kepadaNya sebagaimana di sinyalir dalam Q.S 2:272 "Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah". Ridho Allahlah yang akan memberikan kenikmatan bagi pelakunya. Hanya mengharapkan ganjaran dan membuktikan janji Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Beberapa kisah tentang para sahabat yang benar-benar tsiqoh kepada janji Allah dan menyadari bahwa bakhil dan berlebihan adalah bukan sifat seorang muslim yang taat kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:11;"&gt;Abu Bakar adalah seorang yang dalam hidupnya sangat sederhana juga&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;dalam makan dan berpakaian. Ketika perang Tabuk ada hal yang sangat menyentuh hati, dimana saat itu dibutuhkan dari kaum muslimin untuk menginfaqkan hartanya. Tanpa pikir panjang Abu Bakar menginfaqkan semua hartanya. Maka rasulullah berkata " apa yang engkau sisakan untuk keluargamu? Dijawab olehnya "aku serahkan kepada Allah dan RasulNya". Diwaktu yang sama Umar membawa setengah dari hartanya. Ustman membawa banyak hartanya dan menginfaqkan hartanya untuk&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;para sahabat yang ikut perang atas tanggungan beliau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112529588795350897?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112529588795350897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112529588795350897' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112529588795350897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112529588795350897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/bakhil-dan-syarof.html' title='Bakhil Dan Syarof'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112520882263690059</id><published>2005-08-28T07:58:00.000+02:00</published><updated>2005-09-17T14:07:43.030+02:00</updated><title type='text'>Pengaruh Individu Dalam Kemajuan Umat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/Inspirational%20-%20Mountain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/320/Inspirational%20-%20Mountain.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:18;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Diri kita sebagai bagian terpenting dalam kelangsungan sejarah umat manusia dan Islam khususnya. Indivindu muslim adalah pelaku sejarah dan kebangkitan umat Islam, sekaligus mempunyai andil besar bagi kelangsungan kalimatullah dimuka bumi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Sebuah umat tidak akan terlepas dari individu muslim dalam meraih kesuksesan. Apabila umat itu sakit maka sudah barang tentu individunya terserang penyakit. Hilangnya wibawa hukum, undang-undang, negara, peradaban manusia, juga tidak terlepas dari penyakit individu. Apabila rusak akhlak sebuah negara dan tatanan masyarakat, biasanya tersebar dari individu yang terkena penyakit hati dan akhlaknya, kemudian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menular keseluruh lapisan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Islam adalah merupakan agama yang lengkap dengan syariat, menyuruh kepada keseimbangan hidup serta menata kekuatan yang berbeda dalam masyarakat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hingga terbentuk sebuah bangun umat kuat dan kokoh, tidak ada kelemahan atau celah dan kegamangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Terbentuk dari pada sistim masyarakat yang mempunyai kehidupan secara ekonomi, akhlak masyarakat kuat, membersihkan jiwa dan mendidik nafsu. Sehingga terbangun sebuah ikatan yang saling menghasihi dan menopang satu sama lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Pada titik terpentingnya nanti adalah membentuk kepribadian muslim yang mempunyai kekuatan masing-masing individu, baik itu kekuatan ruhnya, akhlaknya, jasmaninya. Maka nabi sangat menyukai seorang muslim yang kuat dari pada muslim lemah. Sebagaimana sabdanya " Muslim yang kuat lebih baik dari pada muslim yang lemah".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Dalam masyarakat sekarang ini, sangatlah krusial penyakit yang terjadi di tengah masyarakat modern.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak akan terbentuk sebuah kebangkitan dan tidak akan berbuat banyak, hanya jalan di tempat. Karena memang kondisi pada semua lini, baik individu, keluarga, lapisan masyarakat. Semuanya terjangkit penyakit, sehingga tidak bisa berbuat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Titik awal dalam mengobati akhlak masyarakat, mulai dari pada individu masing-masing. Individu merupakan sosok awal untuk melangkah ke tahap berikutnya. Seruan Ishlahiah (perbaikan) dimulai dengan cara memperbaiki individu, bukan masyarakat langsung. jadi kalau ingin menanam sebuah pohon agar tumbuh dengan bagus, tentu bibitnya harus sehat tidak berpenyakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Ishlah (perbaikan) terhadap individu beberapa orang saja dalam sekup sebuah desa atau tempat. Akibatnya adalah luar biasa bagi perubahan dalam tatanan masyarakat setempat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka yang sudah baik dalam pemahaman Islam akan menularkan kebaikan itu kepada masyarakat sehingga tetap dalam Istiqomah untuk menggapai hidayah Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akan bersih sosial masyarakat itu akibat tercemar oleh kebaikan yang ditularkan oleh mereka yang berpegang teguh pada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Mereka yang membangun peradaban, negara, membrantas kejahiliahan (kebodohan), membuka wawasan ilmu, mereka yang merubah sejarah, peristiwa besar dalam hidup insani. Mereka-mereka adalah orang-orang yang terdiri dari : &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, individu yang kuat kemauannya, &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Istiqomah akhlaknya dalam kebaikan, &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;ketiga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hidupnya bersih dari pada penyakit diri dan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Ketiga unsur tersebut merupakan penopang dalam rangka gerakan perbaikan (harakatul Ishlah), inqilab (perubahan total) masyarakat yang mulia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masyarakat diibaratkan sebagai tubuh yang juga membutuhkan akal dan kepala untuk berpikir. Sama seperti mobil terbuat dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbagai unsur terkecil dan besar, namun mobil tidak akan jalan apa bila tidak ada sopirnya. Begitulah istilahnya ketiga unsur itu adalah penopang kebaikan dalam tatanan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Dari pribadi yang sholeh selalu saja memikirkan bagaimana mencipatakan lingkungan yang baik, maka keinginan mendirikan mesjid, sekolahah, universitas, perkumpulan. Maka didirikan masjid, sekolah dan perkumpulan, adalah saling mendukung satu sama lainnya. Di masjid membangun jiwa, sekolah membangun akal, perkumpulan membangun akhlaknya. Ketika hilangnya fungsional dari pada ketiga komponen (masjid, sekolah, perkumpulan)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka akan terjadi kerusuhan, kegoncangan dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Fungsi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masjid mempunyai peranan yang terpenting dalam membentuk kepribadian yang sholeh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan fungsinya sebelum di bangun sekolah dan perkumpulan. Sebagaimana telah di contohkan oleh rasulullah ketika di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Madinah, maka pertama yang dibangun oleh beliau adalah masjid. Sehingga dari masjid itu mengeluarkan para pahlawan yang benar-benar ingin memiliki masyarakat bersih dari kebodohan dan kerusakan. Bagaimana Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Kholid bin Walid, Saad bin Abi Waqhos mereka adalah produk dari masjid yang rasul bangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Sejarah membuktikan bahwa dahulu fungsional masjid adalah multi guna, masjid sebagai sekolahan, tempat menyelesaikan perkara, latihan perang, berdagang, rapat, dll. Mesjid sebagai sekolahan adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terbukti pada masjid-masjid besar seperti, Al Azhar, Madinah, Qordobah dan Umawi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka belajar membentuk halaqoh-halaqoh (dibimbing satu guru).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehingga di buktikan dalam sejarah bahwa masjid Qordobah (spanyol) memiliki ribuan tiang-tiang penyanggah, namun tiap tiang tersebut duduk seorang guru dan murid-murid belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Dalam zaman modern ini penuh dengan penyakit-penyakit yang aneh terjadi, menurut ilmu psikologi terjadi kegalauan, kesedihan, stress, urat syarat terganggu, egois, kriminalitas akhlak. Semua ini memerlukan pengobatan yaitu &lt;b style=""&gt;kembali kepada agama&lt;/b&gt;. Memerlukan perjalan spiritual dengan &lt;b style=""&gt;menghidupkan masjid &lt;/b&gt;bagi masyarakat modern.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Maka nabi selalu saja menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan bila masuk sholat tiba. Berkata "kabarkan berita gembira bagi kami ya Bilal". Itulah sifat nabi dalam menyambut sholat dengan hati gembira dan menginginkan serta menanti sholat demi sholat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka seorang ahli ibadah Ibrahim bin Adham ketika sholat malam bermunajat dan berkata " Kami dalam kenikmatan, seandainya para raja mengetahuinya maka kami akan di bunuh". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;Kenikmatan dan ketenangan inilah sebenarnya yang diperlukan oleh para penderita penyakit di era golbalisasi. Telah hilang dari masyarakat sekarang dari neraca hak, keadilan, kemuliaan dalam sistem masyarakat adalah &lt;i style=""&gt;rasa tanggung jawab &lt;/i&gt;terhadap kenikmatan dalam beribadah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:11;"  &gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112520882263690059?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112520882263690059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112520882263690059' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112520882263690059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112520882263690059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/pengaruh-individu-dalam-kemajuan-umat.html' title='Pengaruh Individu Dalam Kemajuan Umat'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112487788040910501</id><published>2005-08-24T12:03:00.000+02:00</published><updated>2005-08-24T12:04:40.420+02:00</updated><title type='text'>Antara Niat Dan Hijrah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khathab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyadh bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Ady bin Kaab bin Luay bin Ghalib al Quraisy al Adawy r.a berkata &lt;/strong&gt; :&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;"&lt;em&gt;Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: " Bahwasannya semua amal itu tergantung niatnya, dan bahwasannya apa yang diperoleh oleh seseorang adalah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrah karena Allah dan Rasulnya maka hijrahnya itu akan di terima oleh Allah dan RasulNya, dan barang siapa yang hijrahnya, karena mencari dunia atau karena wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya itu hanya memperoleh apa yang diniatkannya dalam hijrahnya itu&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HR bukhari dan Muslim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Ada dua hal penting dalam pembahasan hadist ini :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Niat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan hadist ini membicarakan tentang keikhlasan perbuatan seseorang. Seyogyanya niat ikhlas hanya kepada Allah dalam segala aktivitas, perkataan, perbuatan dan keadaan. Terpenting dalam hal ini adalah setiap hamba Allah yang mempunyai akal ketika mengerjakan perbuatan haruslah menyertakan niat.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam syair dikatakan : " &lt;em&gt;Beberapa perbuatan yang kecil akan menjadi besar ketika dibarengi niat, beberapa perbuatan besar menjadi kecil akibat niatnya&lt;/em&gt;". Disinilah Allah menganjurkan kepada hambanya untuk menyertai niat dalam segala perbuatannya. Sehingga nanti tidak sia-sia apa yang akan diperbuatnya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Diantara manusia ada yang menaruh niatnya setinggi langit, ada juga manusia yang menaruh niatnya serendah-rendahnya. Semua itu tentunya kembali bagaimana memahami dengan dalam tentang niat tersebut.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Ada sebuah ilustrasi, jika kita perhatikan ada dua orang sama-sama bekerja, dimana keduanya sama-sama mempunyai kesepakatan dalam awal, akhir, pekerjaan, perkataan, perbuatan, gerak-geriknya. Tapi pada akhir dari hasil tersebut sangatlah berbeda jauh, bagi langit dan bumi. Semua itu karena berangkat dari perbedaan niatnya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Hijrah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam  hadist ini ada tiga pengertian yang di maksud dengan hijrah :&lt;br /&gt;a. &lt;strong&gt;hijrah&lt;/strong&gt;: " &lt;em&gt;Berpindahnya manusia dari darrul kafir kepada darrul Islam&lt;/em&gt;". Misalnya seperti amerika –As darrul kufur (negara kafir)- seandainya tidak memungkinkan untuk menyebarkan agama disana maka pindah kenegara islam, maka itu dinamakan hijrah.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;b. &lt;strong&gt;Hijrah karena keinginan dunia semata&lt;/strong&gt;. Contohnya : seorang yang gemar dan cinta mengumpulkan harta, ketika mendengar di dunia Islam banyak harta dan subur, maka dia berhijrah karena keinginan tersebut. Bukan bermaksud untuk menegakkan kalimatullah dan membela agamaNya. Kepentingannya hanya harta saja.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;c. &lt;em&gt;Hijrahnya seseorang dari daruul kafir ke darul Islam hanya karena ingin menikahi seorang perempuan&lt;/em&gt;. Jadi keinginannya untuk berhijrah bukan untuk Allah dan RasullNya, tapi demi seorang perempuan yang ingin di nikahi.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Hijrah terdiri dari :&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bagian pertama, &lt;strong&gt;Hijrah tempat&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Maksudnya berpindahkan manusia dari tempat yang banyak maksiat dan kefasikkan didalamnya. Berpindah kepada tempat yang tidak banyak kemaksiatannya. Walaupun kemungkinan tersebut di negara kafir. Asalkan tidak tersebar kemaksiat yang banyak.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Hijrah yang paling besar adalah ketika berpindah dari darul kufur ke darul Islam. Ahli ilmu mengatakan, berpindahnya tersebut jika saja manusia (umat islam) tidak dapat mendirikan kalimatullah.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Tapi apabila mampu untuk menyebarkan Islam atau menyebarkan kalimatullah dan tidak ada larangan untuk mendirikan syariat Allah, hijrahnya bukanlah kewajiban hukumnya tapi hanya sunnah. Sebanding dengan hal itu adalah hijrah ke darul kufur, adalah lebih baik berdiam dinegara yang kufur tapi memberikan kemudahan untuk mendirikan syariat Islam.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Tidaklah diperbolehkan bagi manusia untuk berpergian ke darrul kufur kecuali dengan tiga syarat :&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;1. &lt;strong&gt;Mempunyai ilmu untuk menolak subhat-subhat&lt;/strong&gt;. Karena kaum kafir biasanya memberikan subhat terhadap agama, rasul, kitab dan akhlak. Pada setiap sisi kehidupan selalu saja membuat orang ragu-ragu. Biasanya manusia ketika ragu dalam satu perkara maka lebih memilih untuk tidak mengerjakan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;2. &lt;strong&gt;Mempunyai agama yang melindungi dari pada syahwat&lt;/strong&gt;. Karena manusia ketika tidak mempunyai agama kemudian pergi ke negara kafir, maka akan tenggelam. Karena surganya dunia disana, seperti miras, zina, homo dll.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;3. &lt;strong&gt;Sangat membutuhkan sekali&lt;/strong&gt;, seperti sakit perlu penyembuhan ke negara kafir untuk penyembuhan. Memerlukan kepada ilmu untuk profesionalitas, karena tidak ada di negara Islam. Juga kepada perdagangan, sangat membutuhkan interaksi kepada negara non Islam.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Berpergian ke negara kafir untuk berdakwah adalah diperbolehkan. Apabila mempunyai pengaruh di negara tersebut. Karena berpergiannya adalah untuk kemaslahatan. Dimana dinegara tersebut banyak yang awam tentang Islam.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bagian kedua, &lt;strong&gt;Hijrah perbuatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Yaitu hijrahnya manusia atas apa yang dilarang oleh Allah dari segala maksiat dan fusuk. Rasulullah bersabda " &lt;em&gt;Muslim adalah yang menyelamatkan muslim lainnya dari perbuatan lisan dan tangannya. Muhajir adalah berhijrah dari apa yang dilarang oleh Allah&lt;/em&gt;".&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Hijrahlah dari apa yang diharamkan oleh Allah kepada kamu secara total. Baik itu berhubungan dengan hak kepada Allah atau hak kepada manusia, seperti korupsi, menggibah, mencela, membunuh, curang, memakan harta anak yatim, durhaka kepada orang tua, memutus silaturrahmi.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bagian ketiga, &lt;strong&gt;Hijrah Interaksi&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Interaksi terkadang dibutuhkan dalam berhijrah dalam rangka pengislahan (perbaikan). Ahli ilmu berkata " &lt;em&gt;Seperti orang yang terang-terangan berbuat maksiat tidak mengindahkan akan perbuatannya, maka di syariatkan untuk menjauhinya apabila hijrahnya itu bermanfaat dan bermaslahah&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti : seorang terkenal dengan curang dalam jual beli, manusia menjauhinya dan dia sadar akan perbuatannya serta taubat, maka disitulah manfaat dan maslahah.&lt;/p&gt;   Seorang yang senang berinteraksi dengan riba, maka manusia menjauhinya dengan tidak memberikan salam dan tidak bicara padanya. Apabila dia malu dan merasakan serta taubah. Disitulah maslahah dan manfaat baginya untuk berubah kepada kebaikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112487788040910501?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112487788040910501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112487788040910501' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112487788040910501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112487788040910501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/antara-niat-dan-hijrah.html' title='Antara Niat Dan Hijrah'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112470556326039283</id><published>2005-08-22T12:11:00.000+02:00</published><updated>2005-08-22T12:12:43.266+02:00</updated><title type='text'>Pendidikan Akhlak Antara Islam Dan Globalisasi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kelangsungan hidup dari generasi ke generasi merupakan sebuah mata&lt;br /&gt;rantai yang akan silih berganti dalam mengarungi kehidupan. Akhlak&lt;br /&gt;dalam skala individu tidaklah dapat dibendung ke ikut sertaannya&lt;br /&gt;dalam mempengaruhi majunya sebuah umat. Maka pembentukkan akhlak&lt;br /&gt;masing-masing individu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Jika dilihat dari sudut pandang agama dan peradaban manapun, tekanan&lt;br /&gt;terhadap pendidikan akhlak adalah titik paling penting dalam rangka&lt;br /&gt;menjaga kestabilitasan hidup sesama manusia dan penduduk bumi. Akhlak&lt;br /&gt;adalah merupakan bagian dari identitas sebuah umat. Sudah barang&lt;br /&gt;tentu masing-masing mempunyai parameter serta standar khusus dalam&lt;br /&gt;menerapkan sistem akhlak dalam kehidupan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam sebuah syair dikatakan :&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sesungguhnya yang tersisa dari sebuah umat adalah Akhlaknya&lt;br /&gt;Apabila hilang akhlaknya maka umat itu telah hilang&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Maka yang tersisa dari sebuah umat serta peradaban dan sejarah adalah&lt;br /&gt;akhlaknya. Apabila nilai-nilai akhlak tersebut hilang, maka akan&lt;br /&gt;hilang nilai-nilai keindahan dan kemuliaan di tubuh umat. Tidak&lt;br /&gt;terlihat diantara individu sebuah keharmonisan dan keindahan dalam&lt;br /&gt;hidup, yang ada hanya saling sikut, baku hantam, menelan yang kecil&lt;br /&gt;serta menjadi penguasa kala power itu lebih dari pada yang lainnya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam Islam sangatlah mendapatkan perhatian yang sungguh besar dalam masalah akhlak ini. Sebagaimana sabda nabi &lt;em&gt;"Sempurnanya iman seorang mukmin adalah mempunyai akhlak yang bagus"&lt;/em&gt;. Dalam riwayat yang lain dikatakan &lt;em&gt;"Sesungguhnya yang dicintai olehku (nabi Muhammad) adalah mereka yang mempunyai akhlak yang bagus"&lt;/em&gt;.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana Islam menganjurkan kepada umatnya untuk selalu menghiasi&lt;br /&gt;dengan akhlak yang baik. Bukan menganjurkan kepada perbuatan yang&lt;br /&gt;nista dan berakhlak bejat. Sungguh bukan merupakan keasingan bagi&lt;br /&gt;umatnya tatkala anjuran ini di junjung tinggi, tapi sayangnya masih&lt;br /&gt;banyak dari umatnya mengabaikannya, lagi mendustainya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bila melihat dari pada tujuan atau target pendidikan akhlak dari&lt;br /&gt;globalisasi adalah menyiapkan individu-individu untuk hidup dan&lt;br /&gt;berinteraksi dengan lainnya dan menikmati kehidupan di dunia saja.&lt;br /&gt;Adapun tujuan pendidikan akhlak dari Islam adalah lebih jauh dari&lt;br /&gt;itu yaitu merealisasikan individu-individu untuk hidup dan&lt;br /&gt;berinteraksi dengan lainnya secara terhormat, sekaligus&lt;br /&gt;merealisasikan keridhoan Allah untuk menggapai di akhirat dengan&lt;br /&gt;tenang memasuki surganya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Tidak diragukan lagi bahwa pendidikan akhlak mempunyai pendukung dan&lt;br /&gt;penopang sebagai barometer penilaian baik dan buruk. Sudah barang&lt;br /&gt;tentu penopang tersebut terangkum dalam kaidah-kaidah dan ketetapan&lt;br /&gt;untuk mengartikan makna baik dan buruk. Sebagaimana juga dalam&lt;br /&gt;membatasi atas ganjaran bagi yang melakukan kebaikan dan keburukan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam Islam tidak diragukan lagi, bahwa kaidah serta batasan dalam mengerjakan baik dan buruk telah tertera dalam nash-nash syariah (quran dan hadits). Sementara di luar Islam mereka meletakkan sistem penilaian baik dan buruk berdasarkan kepada kaidah &lt;em&gt;(qowaid)&lt;/em&gt;, sistem, kebiasan-kebiasaan di sekeliling mereka yang mana kemungkinan terdapat sebuah keniscayaan antara benar dan salah. Karena dilihat keterbatasan manusia.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di dalam kaidah akhlak ada istilah &lt;em&gt;dawafi&lt;/em&gt; (dorongan) dan &lt;em&gt;mawani&lt;/em&gt; (larangan). Dawafi merupakan sebuah daya dorong bagi setiap individu untuk melaksanakan ahklak dengan baik dan benar. Islam telah menekankan hal ini dalam pendidikannya dengan jelas dan gamblang, sebagaimana meminta keridhoan Allah dalam rangka menggapai surganya. Ketika nabi ditanya tentang banyaknya manusia yang masuk surga, maka nabi menjawab &lt;em&gt;"Taqwa kepada Allah dan akhlak yang bagus".&lt;/em&gt; Mawani adalah perkara yang membuat setiap individu terlarang untuk melakukan akhlak yang buruk  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penopang berikut dari pendidikan akhlak adalah adanya contoh teladan&lt;br /&gt;yang ideal. Contoh tersebut sudah ada dalam Islam sebagaimana di&lt;br /&gt;lakukan oleh nabi Muhammad. Walaupun tidak hidup orangnya, tapi&lt;br /&gt;gambaran jelas tentang akhlak telah tercatat dalam quran dan hadist.&lt;br /&gt;Umat yang tidak mempercayai kenabian Muhammad maka mereka tidak&lt;br /&gt;memiliki keteladan mendunia didalam sektor ini.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Penopang selanjutnya adalah cocok dengan fitrah manusia. Globalisasi&lt;br /&gt;tidak dapat mewakili akan hal ini. Terlihat di dunia sekarang banyak&lt;br /&gt;akhlak-akhlak terjadi penyalah gunaan sehingga tidak sesuai dengan&lt;br /&gt;fitrah manusia. Akan tetapi tarbiyah (pendidikan) akhlak yang&lt;br /&gt;dibangun oleh Islam selamanya tidak akan bertentangan dengan fitrah&lt;br /&gt;manusia.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Jadi tarbiyah akhlak Islam merupakan pendidikan yang memeliki syarat-&lt;br /&gt;syarat penopang yang mendunia dan tujuan yang mulia. Sudah semestinya&lt;br /&gt;Islam memimping dunia, tapi kapan?&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Setelah mengetahui hal itu, muslimin mempunyai visi dalam menjunjung nilai akhlak Islami dalam realita kehidupannya. Bukan mereka malah mengajak kepada perkataan tapi dalam pelaksanaan adalah nihil belaka. Muslim bukan &lt;em&gt;"No Action Talking Only"&lt;/em&gt; (NATO) tapi &lt;em&gt;"Ibda' bi nafsika wad'u ghoirok"&lt;/em&gt; (Mulai dari diri sendiri dan ajak yang lain).  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;wallahua'lam bishawab&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112470556326039283?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112470556326039283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112470556326039283' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112470556326039283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112470556326039283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/pendidikan-akhlak-antara-islam-dan.html' title='Pendidikan Akhlak Antara Islam Dan Globalisasi'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112461312656294943</id><published>2005-08-21T10:22:00.000+02:00</published><updated>2005-08-21T10:32:06.570+02:00</updated><title type='text'>Malaikat Mendoakan Kita</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Nabi &lt;em&gt;SallAllahu 'alayhi wasallam&lt;/em&gt;, bersabda : &lt;em&gt;"Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, dimana yang satu berdoa : 'Wahai Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya', dan malaikat yang lain berdoa 'Wahai Allah, binasakanlah harta orang yang kikir'". &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;HR. Bukhori, Muslim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam keseharian kita terkadang lupa bahwa ada saja malaikat yang selalu mendoakan dan menjaga kehidupan kita. Dengan tidak cape dan bosan mereka selalu saja mendoakan serta menyumpahi bagi mereka yang tidak mau berinfaq di jalan Allah. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alangkah beruntungnya manusia yang beriman jika mampu merasakan akan keberkahan hidupnya baik dalam harta, jiwa dan rizki. Merugilah mereka yang dalam hidupnya tidak merasakan bahwa para malaikat berada di sisinya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggapan sebagian kita manusia bahwa harta yang keluar dari diri mereka akan merugikan dan mengurangi simpanan yang ada, bahkan ada yang berpikir bahwa semakin banyak harta keluar maka kita akan jadi miskin. Harta jadi berkurang karena kita shodaqoh, wah perasaan merugi pokoknya. Seakan penyesalan yang tiada hentinya ketika harta itu keluar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara tidak ada kamusnya bagi mereka yang banyak bersodaqoh akan miskin. Yang ada adalah Allah akan selalu menambah dan menambah harta kita. Kalau logika berpikir manusia adalah setiap yang keluar berarti berkurang, namun kamus Allah berkata lain, semakin banyak keluar semakin banyak harta yang ada diterima.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di sisi lain Allah memberikan &lt;em&gt;busyro&lt;/em&gt; (kabar gembira) kepada umatnya, bahwa harta yang dikeluarkan tidak pernah akan hilang. Malahan akan kekal abadi selamanya di sisi Allah. Akan menjadikan bekal bagi dirinya ketika menemui Allah, itulah sebuah kebanggan dalam meraih kesuksessan di dunia dan akhirat.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadits lain diriwayatkan, &lt;em&gt;"apabila anak adam mati, maka yang tersisa adalah amal jariah, anak yang sholeh dan ilmu yang bermanfaat"&lt;/em&gt;. Berinfaq ataupun bershodaqoh masuk dalam kategori &lt;strong&gt;amal jariah&lt;/strong&gt;, yaitu amal yang berkesinambungan terus menerus.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setiap pagi Allah mengutus malaikat-Nya untuk mencari dimana hamba Allah yang berinfaq menafkahkan hartanya di jalan Allah. Kebanggaan Allah tat kala melihat hambanya menafkah harta yang diamanahkan kepadanya. Bahkan bukan saja harta itu bermanfaat dan barakah, tapi para malaikat juga mendoakan agar harta itu juga berlimpah ruah. Betapa beruntungnya jika seorang muslim tiap harinya selalu giat berinfaq.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi mereka yang kikir tidak mengeluarkan hartanya di jalan Allah, takut karena harta itu berkurang. Maka bukan saja malaikat mendoakan agar hartanya binasa, Allah pun murka dengan sikap seorang muslim seperti itu. Maka jika Allah sudah murka, tunggulah azab yang akan menimpa dirinya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang yang kikir itu tidaklah kaya di mata Allah, malah hina di hadapan-Nya. Sedang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, lebih mulia dan dibanggakan Allah serta di cintai-Nya. Betapa nikmatnya kalau kita selalu hidup beriringan dengan kemauan yang Allah inginkan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika kita sadar dan mengetahui bahwa semua manusia itu adalah miskin, tidak mempunyai apa-apa atau sesuatu yang di banggakan terhadap manusia. Maka sudah barang tentu tidak segan-segan untuk mengeluarkan harta yang di titipkan pada dirinya. Mereka yakin harta yang ada pada mereka itu bukan miliknya, tapi Allah-lah yang memberikan itu semua, sebagai sarana untuk mencapai keridhoan Allah dalam mengemban amanat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Misi dalam hidup di dunia adalah bagaimana mengoptimilisasi semua amanat dalam dirinya menjadi sebuah arus yang dapat menghempas semua kekerdilan dan kehinaan diri. Menuju sebuah cita-cita untuk meraih akhirat dengan memperbanyak amal kebajikan dengan segala daya upaya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112461312656294943?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112461312656294943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112461312656294943' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112461312656294943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112461312656294943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/malaikat-mendoakan-kita.html' title='Malaikat Mendoakan Kita'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112453890732729934</id><published>2005-08-20T13:54:00.000+02:00</published><updated>2005-08-20T13:55:07.330+02:00</updated><title type='text'>Nilai Kepuasan Manusia</title><content type='html'>&lt;p&gt;"&lt;em&gt;Dari Ibnu Abbas dan Anas bin Malik ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Seandainya seseorang itu mempunyai satu lembah dari emas niscaya ia ingin mempunyai dua lembah, dan tidak ada yang dapat memenuhi mulutnya kecuali tanah (ia tidak akan merasa puas terhadap dunia ini sebelum mati) Dan Allah akan senantiasa menerima taubat orang yang bertaubat&lt;/em&gt;". (HR. Bukhari dan Muslim)   &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia dengan segala pernik-pernik di dunia ini mudah sekali untuk tergoda, bahkan hingga pada taraf ingin memiliki lebih dan lebih. Dalam benaknya terlintas bagaimana keinginan itu tetap menjadikan realita dan cita-cita.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada diri manusia ada sifat tamak, rakus dan qonaah (puas hati). Masing-masing diri manusia ada kecenderungan untuk menjadi manusia rakus, tamak dan ada juga manusia yang qonaah  dengan apa yang diberikan Allah kepadanya.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita sama tahu bagaimana kisah Qorun, dengan kekayaan yang dimiliki dan ingin selalu memiliki. Hingga gudangnya penuh dengan kekayaan melimpah ruah, sampai gembok dan kuncinyapun besarnya alang kepala. Namun sang Qorun masih tetap tidak puas (qonaah) atas pemberian Allah, harta yang banyak sebagai amanah padanya. Bahkan karena terlalu kayanya hingga timbul rasa kikir dan pelit. Takut hartanya berkurang, darimana harus mendapatkannya lagi jika harta itu berkurang.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demkianlah Qorun dengan tamaknya pada harta hingga belum merasa puas jika tidak memiliki dua, tiga gudang dan seterusnya. Timbul sifat tamak, karena tidak menyadari bahwa harta hanya merupakan titipan sementara. Tidak paham bahwa kehidupan abadi ada di surga. Tidak tahu bahwa harta bisa menyelamatkan dan mencelakakan dirinya. Jawaban apa yang akan diberikan kepada Allah tat kala ditanyakan tentang dua hal, pertama : waktu yang diberikan dan dipergunakan untuk apa, kedua : harta dari mana di dapatkan dan dibelanjakan kemana?  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Harta banyak belum tentu menambah ketenangan, harus memikirkan juga bagaimana mengurusi dan menjaganya. Sehingga waktupun banyak tersita dengannya. Sehingga menjadikan agenda pemikiran tiap hari dan menyita waktu yang banyak. Lain halnya bila harta banyak tapi tidak menggangu konsentrasinya, selalu Allah sebagai agenda setiap harinya. Pemikirannya tertuju hanya untuk Allah yang satu semua harta di belanjakan.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam surat takatsur dijelaskan, ciri has manusia adalah selalu mengumpulkan harta bermegah-megahan sehingga melalaikannya. Asyik dengan hal dunia saja dengan harta, pangkat, jabatan. Sehingga melalaikan Allah, hingga ketika mulutnya di sumpal dengan tanah (mati) maka baru menyadari bahwa dirinya telah dipanggil oleh Allah dan baru merasa puas dan sadar.  &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiada yang bisa menghentikan ketamakkan diri manusia, kecuali mati menjemputnya. Bila tujuan dan misi hidupnya hanya untuk Allah semata, maka apapun yang diamanatkan oleh Allah kepadanya, akan di pergunakan dengan sebaik-baiknya. Tidak menghianati dan melalaikan apa yang Allah titipkan kepada dirinya.   &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112453890732729934?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112453890732729934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112453890732729934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112453890732729934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112453890732729934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/nilai-kepuasan-manusia_20.html' title='Nilai Kepuasan Manusia'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112449073349352844</id><published>2005-08-20T00:30:00.000+02:00</published><updated>2005-08-20T00:32:13.496+02:00</updated><title type='text'>Ihtikor Dan Ghurur</title><content type='html'>&lt;p&gt;Manusia adalah makhluk yang unik dan menakjubkan dimana terkumpul kelebihan dalam dirinya dan juga kekurangan dalam dirinya. Lihat saja kelebihannya, manusia lebih kuat dari makhluk dimuka bumi ini, bagimana bisa terbang di angkasa, menyelam di laut, menempuh jarak yang jauh dengan waktu sedikit, menyulap padang pasir jadi hijau dan rimbun.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Di sisi lain manusia juga mempunyai kekurangan dan lemah. Dimana manusia tidak mampu melawan duri yang kecil, merasa terganggu dengan lalat liar, membunuh jiwa yang tak berdosa, tidak mampu melawan bisikan setan kepada kejahatan.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Dalam kekuatan dan kekurangan, Allah telah menciptakan sebagai ayat (tanda) kebesaranNya. Dapat menciptakan manusia yang unik, dalam surat &lt;strong&gt;Az Zariat: 20-21 &lt;/strong&gt;disebutkan " &lt;em&gt;Dan di bumi itu terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu senidiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?". &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Bagi insan berakal maka sudah barang tentu tidak melupakan sisi kelemahan dan kekuatan. Jangan sampai terlena dengan kekuatan yang di miliki sehingga mengira bahwa dirinyalah yang mulia, membawa kepada ketinggian hati. Juga jangan sampai pada posisi menganggap dirinya lemah dan tidak berdaya, menghina diri sendiri. Menghilangkan rasa kemampuan dan kemulian diri.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Apabila sebuah umat terlepas dari dua penyakit maka sudah di pastikan masyarakat itu baik dan bersih. Dua penyakit itu adalah :&lt;br /&gt;a.&lt;strong&gt;Ghurur &lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;individu dari umat itu saling menghina dan merendahkan lainnya. Seakan dia sendirilah yang paling hebat. Seakan dirinya lebih berilmu dari pada ilmuan, dirinya paling tahu segala hukum dari pada pakar hukum, tahu banyak politik dari pada pakar politik.&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;b. &lt;strong&gt;Ihtikor&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;terkumpul pada diri orang ini penyakit kejiwaan, emosional, hilangnya kemauan, hilangnya cita-cita, tidak percaya diri sendiri dan umat, tidak melihat dirinya mampu untuk mengerjakan sesuatu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Islam mengajarkan kita untuk menjauhi penyakit ini, serta menjauhi akhlak seperti diatas. Mengajurkan kepada kita untuk mengingat kekuasaan Allah atas segalanya bagi mereka yang ghurur. Nikmat Allah yang diberikan kepada kita baik itu harta, jabatan, ilmu dan kemuliaan. Renungi firman Allah :&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;An Nahl : 53&lt;/strong&gt; "&lt;em&gt;Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah (datangnya) dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada Nyalah kamu meminta pertolongan&lt;/em&gt;".&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yusuf : 76&lt;/strong&gt; "&lt;em&gt;Dan diatas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui&lt;/em&gt;".&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dengan ini Islam menjauhkan sifat ghurur dari muslim. Jika benar seorang muslim, maka dia tidak akan menghina kemuliaan yang telah diberikan kepadanya dan kenikmatan yang tiada taranya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Adab Islam dalam mengajarkan percaya diri dan menjauhi dari kehinaan, sebagaimana tertera dalam Al Quran :&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Al Imran: 110 &lt;/strong&gt; "&lt;em&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia&lt;/em&gt;"&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Al Imran: 139 &lt;/strong&gt; " Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman".&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam hadist nabi &lt;em&gt; " janganlah kalian menghina diri sendiri"&lt;/em&gt;  &lt;strong&gt;HR.Ibnu Majah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;" Janganlah kalian seperti Immaah, berkata jika manusia itu dalam kebaikan aku akan baik, jika manusia dalam keburukan aku akan buruk, akan tetapi jadilah, jika manusia itu baik aku baik, jika manusia dalam keburukan maka aku akan tinggalkan keburukan itu". &lt;strong&gt;HR. Tirmidzi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Beginilah Islam mengajar untuk percaya diri sendiri, kepercayaan yang tidak kepada ghurur. Demikian juga muslim dalam sejarah Islam tidak pernah melihat dirinya itu lebih rendah dari pada raja atau penguasa, dalam menasehati kebenaran. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Wahai muslimin sekalian, janganlah meletakkan dirimu diatas kemampuan yang ada sehingga melahirkan ghurur dan tertipu. Juga jangan menurunkan nilai harga diri yang sudah ada padahal dirimu mampu untuk berbuat hingga nanti jangan terjerembab pada kehinaan dan kekerdilan. &lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Posisikanlah diri kita pada haknya masing-masing dan porsinya. Akan tetapi lihatlah selalu diri kita akan kelebihan dan kekurangan yang ada. Bila mendapatkan kelebihan dari dirimu, maka itu merupakan kemulian yang Allah berikan, mintalah kepada Allah agar ditambahkan, berbuatlah sesuatu bagi orang lain agar bermanfaat. &lt;em&gt;"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain". &lt;/em&gt;Begitulah sabda rasulullah.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Jika mendapatkan didiri kita kekurangan, maka ketahui dan bimbinglah dengan &lt;em&gt;tarbiyah&lt;/em&gt; (pendidikan). Obati dengan pengobatan intensif, sehingga tidak terjatuh kepada rasa putus asa berkepanjangan dan terpeleset kepada kerusakkan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Wahai saudaraku, kita bukanlah umat yang mempunyai jumlah kehinaan…akan tetapi kita adalah umat mempunyai kemulian yang sangat besar… apabila kita hidup sesuai dengan jalan hidup Allah. Kita mampu dan bisa untuk menjadi anak-anak kemulian hidup.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Al Qashas : 5&lt;/strong&gt; "&lt;em&gt;Dan kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)&lt;/em&gt;".&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112449073349352844?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112449073349352844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112449073349352844' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112449073349352844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112449073349352844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/ihtikor-dan-ghurur.html' title='Ihtikor Dan Ghurur'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112436389394713741</id><published>2005-08-18T10:33:00.000+02:00</published><updated>2005-08-18T16:48:20.373+02:00</updated><title type='text'>Merdeka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua orang merindukan kemerdekaan. Merdeka dari semua belenggu yang ada dalam dirinya, baik merdeka dari kesulitan, merdeka dari kezhaliman, merdeka dari belenggu-belenggu dunia. Sungguh kegembiraan yang di dapatkan seorang bilang kemerdekaan itu terwujud dan dirasakan dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan itu adalah hak segala individu, hak setiap masyarakat, negara dan bangsa. Namun apakah kemerdekaan yang sering di elu-elukan oleh masyarakat sedunia dan media massa sudah terwujud? dapat di rasakan oleh setiap insan di bumi ini? Pertanyaan itu sudah pasti dapat menggelitik perasaan dan pikiran. Dengan segenap ungkapan rasa dan fakta akan dimuntahkan kenyataan hidup yang mereka alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka ungkapkan dengan segala kepenatan diri, lembaran buku akan terus tercatat dan bertambah untuk menampung rasa ketidak merdekaan mereka dalam hidup. Tapi sapa yang mengira kalau hidup yang mereka jalani itu tidak merdeka. Tentu saja itu bukan kemauan mereka, tapi toh terjadi terhadap diri mereka. Hingga untuk melepaskan dari belenggu seakan menggangkat benda yang sangat berat, tidak dapat sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita melihat orang tidak merdeka menentukan sikapnya, seorang pegawai masih mengalami rasisme, seorang suami dibawah "kekejaman" istri, wanita di belenggu haknya, direktur sewenang-wenang terhadap pegawainya, pemimpin negara masih di dikte oleh negara lain. Semua itu akrab dalam keseharian kita, bahkan dapat di dengar dan di saksikan pada media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas defenisi merdeka bagi seorang muslim apa dong?&lt;br /&gt;Kita tengok bagaimana Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa melukiskan "Seseorang  masih belum dikatakan  sebagai hamba Allah, sebelum dia terbebas dari segala sesuatu selain Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Qasim al Junaidi mengungkapkan arti sebuah kemerdekaan seorang hamba adalah "Sesungguhnya kamu tidak akan sampai kepada kebebasan yang nyata sedangkan pada dirimu masih terdapat sisa-sisa yang menghambat dirimu untuk sampai kepada hakikat penghambaan diri kepada Nya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Qutub dalam Fi zhilalil Quran mengutarakan "Demi allah, seseorang masih belum di katakan benar dalam penghambaan dirinya kepada Allah SWT sedang dia masih mengabdi kepada seseorang di antara makhlukNya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat al Mukmin : 14 "Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepadaNya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112436389394713741?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112436389394713741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112436389394713741' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112436389394713741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112436389394713741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/merdeka.html' title='Merdeka'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112419061917135134</id><published>2005-08-16T12:56:00.000+02:00</published><updated>2005-08-19T14:30:47.023+02:00</updated><title type='text'>Indahnya Menjadi Penolong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimana sih makhluk hidup yang tidak membutuhkan pertolongan orang lain? Siapa yang mampu menolak orang lain menolong kita, ketika di butuhkan. Ketika kita berbuat sesuatu terbaik buat orang lain, maka kebaikan itu semuanya akan terukir di dalam relung kalbu bagi yang di tolong. Begitu indahnya ukiran tersebut hingga mempunyai ruangan khusus dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbulnya rasa untuk membantu sesama manusia, rupanya sudah di ciptakan dengan sedemikian rapi. Bagaikan sel-sel dalam tubuh yang selalu membutuhkan satu sama lainnya agar semua berjalan lancar. Begitulah keterkaitan insan manusia terhadap lainnya. Maka manusia di istilahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"hayawanun natiq" &lt;/span&gt;dalam ilmu mantiq. Artinya manusia itu makhluk sosial dan pasti membutuhkan satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang muslim membantu saudaranya dalam kesulitan, membantu tetangga, menolong nenek menyebrang jalan, memberi makan fakir miskin, membuang duri di jalan. Dorongan tersebut bukan saja didasari oleh rasa kemanusiaan, namun di tambah dengan keyakinan terhadap janji sang pencipta akan akhir kelak. Lebih menonjol adalah rasa keimanannya sehingga tanpa batas dan ruang waktu serta tempat dalam berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya panggilan untuk menjadi penolong bukan saja kepada sesama mahkluk, tapi panggilan itu juga di ajukan oleh sang pencipta agar dipenuhi. Maka panggilan untuk menolong sang pencipta terealisasikan dengan menyeru kepada ke esaanNya. Panggilan ini bukan hanya terhadap nabi dan rasulNya, tapi setiap muslim terpanggil olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat al Shaf : 14 "Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah". Seruan jelas bagi mereka yang beriman untuk menjadikan siar dalam hidupnya adalah menolong agama Allah, syariat dan umatNya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112419061917135134?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112419061917135134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112419061917135134' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112419061917135134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112419061917135134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/08/indahnya-menjadi-penolong.html' title='Indahnya Menjadi Penolong'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112227934856149864</id><published>2005-07-25T10:09:00.000+02:00</published><updated>2005-08-16T19:02:56.606+02:00</updated><title type='text'>Rumahku Surgaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/1600/DSC00589.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 223px; height: 168px;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2699/1350/320/DSC00589.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Merupakan sebuah filosofis yang sangat menarik dan perlu di cerna mendalam. Bahwa kata mutiara tersebut mempunyai nuansa begitu dalam bagi kehidupan insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata rumah menaungi akan indahnya sebuah tempat untuk bernaung, beristirahat dan menumpahkan segala kepenatan. Dengan berada dirumah mampu membuang segala tekanan hidup, tat kala menemui sang istri dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya bila kata rumah itu mempunyai arti yang mengerikan bagi penghuninya. Karena rumah yang di tempati mengandung sejuta kepenatan dan kengerian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112227934856149864?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112227934856149864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112227934856149864' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112227934856149864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112227934856149864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/07/rumahku-surgaku.html' title='Rumahku Surgaku'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14792173.post-112227838779049670</id><published>2005-07-25T09:58:00.000+02:00</published><updated>2005-07-25T10:02:56.246+02:00</updated><title type='text'>Wonder Live</title><content type='html'>Mendidik Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup mempunyai tujuan dan arah yang di inginkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14792173-112227838779049670?l=delifa-purwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/feeds/112227838779049670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14792173&amp;postID=112227838779049670' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112227838779049670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14792173/posts/default/112227838779049670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://delifa-purwa.blogspot.com/2005/07/wonder-live.html' title='Wonder Live'/><author><name>delifa-purwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05591565554837662417</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
